Pengaruh Residu Steel Slag, Dolomit, Silica Gel, Dan Unsur Mikro Terhadap Sifat Kimia Tanah Gambut Dan Hasil Padi Pertanaman Ketiga.
View/ Open
Date
2015Author
Setiko, Putro Hairutomo
Suwarno
Hartono, Arief
Metadata
Show full item recordAbstract
Di Indonesia, terdapat sekitar sembilan juta hektar lahan gambut yang sesuai untuk pertanian. Gambut menjadi penting di masa depan sebagai lahan alternatif untuk produksi pangan, khususnya padi sawah. Akan tetapi, tanah gambut memiliki sifat yang unik dibandingkan tanah mineral. Tanah gambut memiliki karakteristik : nilai pH rendah, hara makro dan mikro rendah, dan memiliki asam organik yang tinggi. Oleh sebab itu, untuk memperbaiki sifat kimia tanah gambut diperlukan suatu bahan pembenah tanah. Steel slag merupakan hasil sampingan dalam proses produksi baja. Steel slag dapat dikelompokkan menjadi iron making slag (blast furnace slag) dan steel making slag (converter slag dan electric furnace slag). Steel slag mengandung silikon, kalsium, dan magnesium dalam jumlah yang besar, sehingga bermanfaat sebagai bahan pengapuran dan sumber unsur hara bagi tanaman padi sawah di tanah gambut. Percobaan pot untuk mengevaluasi pengaruh steel slag terhadap perbaikan sifat kimia tanah gambut dan pertumbuhan padi sawah telah dilakukan selama dua musim tanam. Hasil penelitian pertama menunjukkan bahwa electric furnace slag (EF slag) dan blast furnace slag (BF slag) dapat meningkatkan ketersediaan hara makro dan mikro pada tanah gambut, serta meningkatan pertumbuhan dan produksi padi sawah. Penelitian kedua menunjukkan bahwa residu EF slag lebih baik dalam meningkatkan sifat kimia tanah gambut, dan meningkatkan pertumbuhan dan hasil padi sawah dibandingkan residu BF slag. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui respon padi sawah terhadap residu EF slag, BF slag, dolomit, silica gel, dan unsur mikro pada pertanaman ketiga. Perlakuan yang diaplikasikan pada tanaman pertama terdiri dari EF slag dan BF slag dengan dosis 0%, 2%, 4%, 6%, dan 8% dari bobot kering oven tanah, dolomit dan silica gel setara dosis EF slag, dan unsur mikro (CuSO4 and ZnSO4) setara 0.03 g/kg tanah. Tanah yang dipergunakan pada pertanaman ketiga yaitu sebanyak 3.30 kg bobot kering oven tanah/pot. Padi yang dipergunakan pada penelitian ini yaitu Varietas IR 64. Pupuk yang diberikan yaitu 1.5 g/kg urea dan SP 36,dan 0.75 g/kg KCl. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Mg-dapat ditukar, serta ketersediaan Fe dan Mn dalam tanah pada residu EF slag nyata lebih tinggi bila dibandingkan dengan residu BF slag, dolomit, silica gel, dan unsur mikro. Selain itu, kandungan Mg, Fe, dan Zn dalam jerami pada residu EF slag relatif lebih tinggi dibandingkan dengan residu BF slag, dolomit, silica gel, dan unsur mikro. Hal ini mengakibatkan tinggi tanaman padi, jumlah anakan maksimum, anakan produktif, dan hasil padi pada residu EF slag relatif lebih tinggi bila dibandingkan dengan residu BF slag, dolomit, silica gel, dan unsur mikro. Kandungan As dan Cd dalam beras pada residu EF slag dan BF slag masih di bawah batas cemaran logam berat dalam pangan. Kandungan Pb dan Hg dalam beras pada residu EF slag dan BF slag tidak terdeteksi nilainya. Oleh karena itu, beras yang berasal dari padi sawah pada residu EF slag dan BF slag aman untuk dikonsumsi.
Collections
- MT - Agriculture [4005]
