Efektifitas Pemberian Estradiol dan Progesteron pada Kinerja Reproduksi Tikus Bunting

Date
2001Author
Satyaningtijas, Aryani Sismin
Ungerer, Tonny
Manalu, Wasmen
Nasution, Hamdani
D.T.H. Sihombing
Agungpriyono, Srihadi
Metadata
Show full item recordAbstract
To determine whether administration of estradiol and progesterone improve reproductive performance, two experiments in pregnant rats were conducted. In the first experiment, 378 rats were injected (sub-cutaneously) with estradiol (0, 1.06775, 2.1355 pg/g BW) and progesterone (0, 4.281, 8.562 ng/g BW) on day 0, 2, 4, 6, 8, 10, 12 of pregnancy, according to a factorial study design. In the second experiment, estradiol and progesterone were administered up to day 5 and day 12 of pregnancy in 108 rats, respectively. We found that total uterine DNA content increased to 145% of baseline with 8.562 ng/g BW progesterone, whereas total glycogen and collagen decreased with estradiol and progesterone treatment. The number of corpus luteum and implantation sites, uterine weight and total uterine RNA content did not change. In the second experiment, administration of estradiol and progesterone for 12 days increased uterine dry weight, total uterine DNA, RNA and glycogen content, and also body weight. Estradiol and progesterone, for 5 and 12 days, had no effect on total uterine content, wet weight and water content of the uterus, the number of corpus luteum, the number of implantation sites and pups. These experiments demonstrate that only the high-dose progesterone administration effectively improved the uterine environment and thus improved reproductive performance. The data also indicate that administration of estradiol and progesterone for 12 days improved the uterine environment and the average of body weight. Dua percobaan pada tikus bunting dilakukan untuk mengetahui apakah pemberian estradiol dan progesteron dapat meningkatkan penampilan reproduksi. Pada percobaan pertama, 378 ekor tikus disuntik secara subcutan dengan estradiol (0, 1,06775, 2,1355 pg/g BB) dan progesteron (0, 4,281, 8,562 ng/g BB) pada hari ke-0, 2, 4, 6, 8, 10 dan 12 kebuntingan, menggunakan rancangan acak lengkap pola faktorial. Pada percobaan ke-2 estradiol dan progesteron disuntikkan sampai dengan hari ke-5 dan ke-12 kebuntingan pada 108 ekor tikus. Hasil dari percobaan menunjukkan kandungan total DNA uterus meningkat sampai dengan 145% pada pemberian progesteron dengan dosis 8,562 ng/g BB sedangkan total glikogen dan kolagen menurun dengan pemberian estradiol dan progesteron. Jumlah korpus luteum, titik implantasi, bobot uterus dan kandungan total RNA uterus tidak berubah. Pada percobaan ke-2 pemberian estradiol dan progesteron selama 12 hari kebuntingan meningkatkan bobot kering uterus, kandungan total DNA, RNA, glikogen uterus dan bobot badan anak. Estradiol dan progesteron yang diberikan selama 5 dan 12 hari kebuntingan tidak memberikan pengaruh yang nyata pada kandungan total kolagen uterus, bobot basah dan bobot air uterus, jumlah korpus luteum, jumlah titik implantasi dan jumlah anak. Penelitian ini menunjukkan bahwa hanya pemberian progesteron dengan dosis tinggi (8,562 ng/g BB) secara efektif akan meningkatkan lingkungan uterus dan tampilan reproduksi. Data juga menunjukkan bahwa pemberian estradiol dan progesteron selama 12 hari kebuntingan meningkatkan lingkungan uterus dan rata-rata bobot badan anak.

