Keanekaragaman dan Kelimpahan Jenis Avifauna Untuk Pengembangan Ekowisata Birdwatching di Taman Nasional Gunung Halimun Jawa Barat
Date
2004Author
Wisnubudi, Gautama
Mardiastuti, Ani
Hernowo, Jarwadi B.
Metadata
Show full item recordAbstract
Taman Nasional Gunung Halimun (TNGH) Jawa Barat merupakan kawasan hutan hujan tropis pegunungan terluas yang tersisa di Pulau Jawa. Kawasan ini dikenal sebagai kawasan konservasi biologi terbaik yang didukung oleh tingginya keanekaragaman hayati flora dan fauna Jawa. Selain itu, kawasan TNGH juga memiliki keunikan budaya masyarakat dan gejala alam yang berpotensi untuk dikembangkan menjadi daya tarik ekowisata.
Pengamatan mengenai avifauna (burung) di kawasan ekowisata TNGH telah dilaksanakan pada bulan Desember 2003 sampai dengan bulan Mei 2004 pada empat lokasi yang berbeda, yaitu pada jalur ekowisata Cikaniki, jalur ekowisata Citalahab, jalur Curug Cikudapaeh dan jalur sekitar Perkebunan Teh. Metode penelitian yang digunakan, untuk burung menggunakan metode Sensus, sedangkan untuk menggali keinginan (minat) pengunjung terhadap kegiatan wisata pengamatan burung birdwatching menggunakan metode wawancara dan kuesioner.
Berdasarkan hasil pengamatan tercatat sebanyak 138 jenis burung, dengan 43 jenis burung khas pegunungan, 26 jenis burung dilindungi, 2 jenis burung termasuk dalam Apendiks II CITES, 7 jenis merupakan burung pendatang (migran), 26 jenis burung memiliki penyebaran terbatas (endemik), 12 jenis diantaranya endemik Jawa, 9 jenis endemik Jawa dan Bali, 4 jenis endemik Jawa dan Sumatera, dan 1 jenis endemik Jawa, Bali dan Sumatera. 8 jenis penetap yang jarang dan statusnya saat ini perlu mendapatkan perhatian serta 8 jenis termasuk yang terancam punah (near threatened).
Jumlah jenis burung yang berhasil dijumpai terbanyak pada jalur ekowisata Citalahab sebanyak 100 jenis diikuti jalur ekowisata Cikaniki sebanyak 86 jenis burung, jalur sekitar Perkebunan Teh sebanyak 51 jenis, dan jalur Curug Cikudapaeh sebanyak 46 jenis.
Tingginya keragaman jenis burung yang ada dan tercatat di TNGH, merupakan peluang (supply) untuk dikembangkannya sebuah program wisata pengamatan burung. Sedangkan dari sisi pengunjung (demand), 92% dari keseluruhan responden yang merupakan pengunjung aktual maupun potensial menyatakan diri tertarik dengan tingginya tingkat keragaman jenis burung yang dimiliki TNGH dan 87% dari keseluruhan responden menyatakan diri tertarik untuk mengikuti kegiatan wisata pengamatan burung seandainya pihak pengelola TNGH mengadakan paket-paket khusus wisata pengamatan burung.


