Induksi variasi somaklonal dan teknik seleksi in vitro untuk mendapatkan galur kacang tanah (Arachis hypogaea L.) resisten penyakit busuk batang Sclerotium
Induction of somaclonal variation and in vitro selection technique to obtain peanut lines resistant to Sclerotium stem rot disease
Abstract
Penyakit busuk batang pada kacang tanah yang disebabkan oleh cendawan nekrotropik Sclerotium rolftii Sacco. merupakan salah satu penyakit penting pada kacang tanah yang seringkali menyebahkan kehilangan hasil yang tinggi. Penggunaan varietas resisten merupakan cara yang paling efektif untuk mengatasi penyakit ini. Pada kacang tanah, perakitan varietas tahan penyakit tertentu biasanya dilakukan dengan hibridisasi dan seleksi. jika tersedia donor gen resisten. Masalahnya adalah, di Indonesia belum ditemukan plasma outfah yang resisten terhadap infeksi S. ro/sU. Induksi variasi somaklonal melalui kultur in vitro somatik. embrio disertai dengan seleksi in vitro dengan agens penyeleksi berupa fillrat kultur cendawan patogen merupakan altematif yang telah banyak dilaporkan efektif untuk mendapatkan varian somaklonal yang resisten terhadap patogen yang bersangkutan. Penelitian ini bertujuan untuk: (I) Mengembangkan metode inokulasi yang paling efisien untuk menapis ketahanan 30 genotipe kacang tanah koleksi terhadap infeksi S. rolfsii di rumah plastik, (2) Mengembangkan teknik seleksi in vitro untuk mendapatkan embrio somatik (ES) kacang tanah yang tahan terhadap toksin metabolit dari cendawan S. rolfsii, kemudian meregenerasikan embrio somatik hasil seleksi in vitro tersebut menjadi tanaman RO, (3) Mengembangkan metode identifikasi dini galur kacang tanah yang toleran terhadap infeksi Sclerotium rolftii basil seleksi in vitro dengan filtrat kultur cendawan. (4) Mengevaluasi tanaman somaklon RI dan R2, zuriat dari galur RO untuk karakter-karakter kualitatif, kuantitatif dan resistensinya terhadap penyakit busuk batang Sclerotium. Stem rot disease caused by a necrotopic fungus Sclerotium rolfsii Sacc. is one of the most important disease of peanut, which can cause significant yield loss. The use of peanut cultivars resistant to the particular disease is the most efficient way to overcome the problem.
Collections
- DT - Agriculture [773]

