Pengaruh Waktu Tebang Terhadap Kekuatan Lentur Bambu Andong (Gigantochloa Pseudoarundinaceae (Steudel) Widjaja).

View/ Open
Date
2015Author
Dewanto, Bagus Priambodo
Arinana
Bahtiar, Dan Effendi Tri
Metadata
Show full item recordAbstract
Pemanenan atau penebangan bambu andong secara tradisional dilakukan pada waktu–waktu tertentu, yaitu umumnya pada awal musim kemarau. Faktor–faktor lingkungan antara lain suhu, kelembaban, curah hujan, dan intensitas cahaya berpengaruh penting pada metabolisme bambu sehingga mempengaruhi kekuatan lentur bambu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh waktu tebang terhadap kekuatan lentur bambu andong serta menentukan faktor lingkungan yang paling berpengaruh terhadap kekuatan lentur bambu andong. Pada penelitian ini, pemanenan dilakukan selama satu tahun, yaitu satu batang bambu ditebang setiap akhir bulan yang dimulai Februari 2013 sampai Januari 2014. Bambu yang diambil setiap bulan dibuat contoh uji sesuai standar ASTM D 143-94 untuk diuji kekuatan lenturnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa MOE dan MOR tertinggi diperoleh pada bambu yang dipanen bulan Maret. Berkaitan dengan hal tersebut, jika diinginkan kekuatan tertinggi disarankan untuk memanen bambu andong pada bulan Maret. Kekuatan alami bambu terutama dipengaruhi intensitas cahaya, suhu, dan kelembaban, sedangkan curah hujan tidak berpengaruh nyata.
Collections
- UT - Forestry Products [2466]
