View Item 
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Master Theses
      • MT - Fisheries
      • View Item
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Master Theses
      • MT - Fisheries
      • View Item
      JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

      Kandungan C-organik pada Lamun Berdasarkan Habitat dan Jenis Lamun di Pesisir Desa Bahoi Kabupaten Minahasa Utara, Sulawesi Utara

      Thumbnail
      View/Open
      Fulltext (14.92Mb)
      Date
      2015
      Author
      Yunitha, Alpinina
      Wardiatno, Yusli
      Yulianda, Fredinan
      Metadata
      Show full item record
      Abstract
      Peningkatan emisi karbon berasal dari aktivitas membakar lahan, asap pabrik dan kendaraan bermotor. Peningkatan ini mengakibatkan terjadinya pemanasan global selanjutnya terjadi perubahan iklim. Diperlukan usaha meminimalkan dampak dari perubahan iklim tersebut. Terkait dengan kondisi ini, diketahui bahwa laut dan pesisir memiliki kemampuan dalam mengurangi emisi karbon dengan menyerap dan menyimpan karbon. Salah satu ekosistem yang memiliki kemampuan menyerap karbon adalah ekosistem lamun. Lamun merupakan tumbuhan yang hidup di wilayah pesisir, memiliki peranan ekologi yang sangat penting dalam siklus kehidupan ekosistem pesisir yaitu sebagai produsen primer, habitat lamun seringkali dijadikan tempat asuhan bagi ikan-ikan kecil, mencari makan serta tempat perlindungan bagi ikan ataupun biota lain. Peranan penting lamun lainnya dalam menjaga kestabilan pantai adalah sebagai peredam arus. Oleh karena itu habitat lamun juga seringkali disebut sebagai pondasi pesisir. Pada umumnya lamun hidup pada tiga habitat yang terdapat di pesisir yaitu mangrove, lamun dan terumbu karang. Masing-masing habitat akan mempengaruhi keberadaan lamun sesuai dengan karakteristik habitat, perbedaan meliputi kepadatan dan biomassa lamun. Perbedaan keberadaan lamun juga akan membedakan kemampuan lamun dalam melakukan penyerapan karbon. Penelitian ini dilakukan di pesisir Desa Bahoi, Kabupaten Minahasa Utara, Sulawesi Utara pada bulan April 2014 dengan menggunakan tiga stasiun dengan masing-masing ulangan sebanyak tiga kali. Tiga stasiun meliputi stasiun A (habitat mangrove), B (habitat lamun) dan C (habitat terumbu karang). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mengukur kandungan C-organik yang terdapat pada lamun berdasarkan habitat dan jenis lamun. Terdapat enam jenis lamun yang ditemukan selama penelitian di pesisir Desa Bahoi. Berdasarkan hasil Analisis Komponen Utama pencirian parameter pada masing-masing stasiun tidak berdasarkan kuantitas melainkan konsistennya suatu parameter, kepadatan lamun dicirikan oleh kandungan C-org hanya terdapat pada jenis T. hemprichii yang terdapat pada stasiun A. Secara keseluruhan berdasarkan habitat, maka habitat mangrove merupakan habitat dengan kandungan C-org tertinggi.
      URI
      http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/75216
      Collections
      • MT - Fisheries [3214]

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository
        

       

      Browse

      All of IPB RepositoryCollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

      My Account

      Login

      Application

      google store

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository