Pengetahuan Lokal Suku Moronene Dalam Sistem Pertanian di Sulawesi Tenggara
Abstract
Penelitian ini dilaksanakan pada komunitas Suku Moronene mulai bulan Pebruari sampai Mei 2002. Tujuan yang ingin diperoleh dari penelitian ini adalah menggali pengetahuan lokal Suku Moronene dalam sistem pertanian dan mengkaji peranannya dalam pengelolaan sumberdaya alam khususnya dalam sistem pertanian berkelanjutan. Penelitian ini bersifat kualitatif dengan desain penelitian melalui studi orientasi, studi eksplorasi dan studi konfirmasi yang dipadukan dengan metode Partisipatory Local Appraisal (PLA) dengan teknik analisis deskriptif.Hasil penelitian menunjukan bahwa pertanian merupakan bagian integral dari sistem kehidupan (way of life) Suku Moronene baik secara ekonomi, sosial dan budaya, masih mempraktekan pengetahuan lokal secara masih turun temurun khususnya pada tanaman padi (Pae). Pengetahuan lokal tersebut dilakukan melalui upacara yang dipimpin oleh Tetua Adat atau Tompuroo (dukun obat tanaman) mulai dari penentuan lokasi (Mooto wita, Mompaseki, Mekilala, Mo'o oli); pembukaan lahan (Umowu, Humuni, Mewale); penanaman (Tinao Molonu, Olimpopo); pemeliharaan (Mopupu, Mosie Manu-Manu); panen (Mobelai Pae, Moisa); pasca panen (Mewowosui);


