View Item 
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Master Theses
      • MT - Agriculture
      • View Item
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Master Theses
      • MT - Agriculture
      • View Item
      JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

      Pelengkungan Cabang Dan Pemupukan Jeruk Keprok Borneo Prima Pada Periode Transisi Di Lahan Rawa Kabupaten Paser Kalimantan Timur

      Thumbnail
      View/Open
      Fulltext (17.50Mb)
      Date
      2015
      Author
      Azizu, Muhamad Noor
      Poerwanto, Roedhy
      Suhartanto, M Rahmad
      Suketi, Ketty
      Metadata
      Show full item record
      Abstract
      Jeruk keprok Borneo Prima (Citrus reticulata cv. Borneo Prima) merupakan komoditas lokal unggulan yang perlu dikembangkan sebagai upaya untuk mengurangi impor jeruk. Tanaman jeruk keprok borneo prima telah ditanam secara luas di desa Padang Pengrapat Kecamatan Tanah Grogot Kabupaten Paser. Tanaman jeruk ini ditanam pada area seluas 298 ha dan telah berumur 5 tahun, namun belum memasuki periode berbuah. Hal ini diduga karena kondisi lingkungan dan teknik budidaya yang belum sesuai. Transisi merupakan perubahan kemampuan dari tidak mampu menjadi mampu menghasilkan bunga. Transisi pertumbuhan juvenil ke dewasa pada tanaman jeruk terjadi sekali dalam siklus hidup tanaman. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan teknik pelengkungan cabang dan dosis pupuk yang tepat jeruk keprok Borneo Prima pada periode transisi di lahan rawa. Penelitian dilaksanakan di kebun jeruk petani desa Padang Pengrapat, Kecamatan Tanah Grogot, Kabupaten Paser Kalimantan Timur, pada lahan rawa dengan ketinggian tempat ± 15 m dpl, pada bulan Oktober 2013 sampai dengan Maret 2014. Penelitian terdiri atas 2 percobaan. Kedua percobaan masing-masing menggunakan Rancangan Acak Kelompok Faktorial dengan 3 ulangan. Percobaan 1 terdiri atas 2 faktor. Faktor pertama adalah pelengkungan cabang yang terdiri atas 2 taraf, yaitu tidak dilengkungkan (A1) dan dilengkungkan (A2). Faktor kedua adalah dosis pupuk kandang yang terdiri atas 4 taraf, yaitu kontrol (K1), 40 kg per tanaman (K2), 60 kg per tanaman (K3), dan 80 kg per tanaman (K4). Percobaan 2 terdiri atas 3 faktor. Faktor pertama adalah dosis pupuk N yang terdiri atas 5 taraf, yaitu kontrol (N1), 45 g per tanaman (N2), 90 g per tanaman (N3), 135 g per tanaman (N4) dan, 180 g per tanaman (N5). Faktor kedua adalah dosis pupuk P yang terdiri atas 2 taraf, yaitu kontrol (P1) dan 36 g per tanaman (P2). Faktor ketiga adalah dosis pupuk K yang terdiri atas 2 taraf, yaitu kontrol (K1) dan 165 g per tanaman (K2). Hasil percobaan menunjukkan bahwa pelengkungan cabang dapat menyebabkan tanaman jeruk keprok Borneo Prima yang berumur 5 tahun menjadi berbunga dan berbuah, sedangkan yang tidak dilengkungkan cabangnya tidak berbunga dan berbuah, selain itu pelengkungan cabang meningkatkan pertumbuhan vegetatif (jumlah tunas baru, total panjang tunas baru per pohon dan total daun baru per pohon). Pemberian pupuk kandang sampai dengan 80 kg per tanaman pada periode transisi belum dapat meningkatkan pertumbuhan vegetatif dan generatif (jumlah bunga per cabang dan jumlah buah per cabang) sampai dengan 90 HSP (Hari Setelah Perlakuan). Tidak terdapat interaksi antara pemberian pupuk kandang dan pelengkungan cabang terhadap pertumbuhan vegetatif dan generatif. Pemberian 135 g N per tanaman dengan penambahan pupuk P sebanyak 36 g per tanaman dengan atau tanpa penambahan pupuk 165 g K per tanaman dapat meningkatkan jumlah tunas baru. Pemberian 135 g N per tanaman dapat meningkatkan pertumbuhan vegetatif (total panjang tunas baru per pohon dan total daun baru per pohon) tanaman jeruk keprok Borneo Prima, demikian pula dengan pemberian fosfor 36 g per tanaman. Pemberian kalium sampai dengan 165 g per tanaman tidak dapat meningkatkan pertumbuhan vegetatif sampai akhir pengamatan (60 HSP). Pemberian N sampai dengan 180 g per tanaman, P sampai dengan 36 g per tanaman, dan K sampai dengan 165 g per tanaman belum meningkatkan jumlah bunga dan jumlah buah per cabang sampai dengan akhir pengamatan. .
      URI
      http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/74831
      Collections
      • MT - Agriculture [4039]

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository
        

       

      Browse

      All of IPB RepositoryCollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

      My Account

      Login

      Application

      google store

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository