View Item 
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Master Theses
      • MT - Agriculture Technology
      • View Item
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Master Theses
      • MT - Agriculture Technology
      • View Item
      JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

      Penambahan Starter Padat Bakteri Asam Laktat Untuk Meningkatkan Keamanan Pangan Tapioka

      Thumbnail
      View/Open
      Fulltext (15.40Mb)
      Date
      2015
      Author
      Rembulan, Glisina Dwinoor
      Sunarti, Titi Candra
      Meryandini, Anja
      Metadata
      Show full item record
      Abstract
      Tapioka merupakan salah satu produk agroindustri yang potensial dan memiliki prospek untuk dikembangkan di Indonesia. Namun proses pengolahan yang ada saat ini memiliki kelemahan yaitu proses pengolahan tapioka masih dilakukan secara tradisional karena sebagian besar industri tapioka yang ada di Indonesia adalah industri skala kecil dan rumah tangga. Hal ini menyebabkan mutu tapioka yang dihasilkan masih rendah serta keamanan pangan masih kurang terjamin. Bakteri asam laktat dapat menghasilkan asam organik yang dapat menghambat pertumbuhan bakteri pembusuk/patogen pada pembuatan tapioka. Penambahan bakteri asam laktat dilakukan pada tahap ekstraksi khususnya saat pengendapan karena pada tahap ini kemungkinan kontaminasi bakteri patogen dari air sangat besar. Penelitian ini bertujuan untuk merancang proses produksi starter padat BAL melalui proses enkapsulasi menggunakan matriks berbasis pati termodifikasi yang meliputi sour cassava starch, lintnerized cassava starch dan pati nanokristalin; dan pemanfaatan starter dalam menekan pertumbuhan bakteri patogen pada proses produksi tapioka. Enkapsulasi BAL dilakukan dengan cara pengeringan beku (freeze dryer) dengan suhu -50 0C selama 48 jam. Jumlah sel starter padat BAL yang bertahan hidup setelah pengeringan beku dengan matriks sour cassava starch adalah 92%, matriks lintnerized cassava starch 93%, matriks nanokristalin 96%. Setelah penyimpanan selama 6 bulan dari tapioka yang dihasilkan, menunjukkan bahwa pada tapioka tanpa penambahan starter BAL terdeteksi pertumbuhan E. coli, Salmonella dan Shigella, sedangkan pada pati yang ditambahkan BAL tidak terdeteksi bakteri tersebut. Hal ini menunjukkan bahwa penambahan BAL selama proses ektraksi mampu menekan pertumbuhan bakteri patogen pada tapioka yang dihasilkan. Hasil pengujian menunjukkan bahwa matriks lintnerized cassava starch adalah matriks terbaik karena setelah 6 bulan penyimpanan masih terdeteksi pertumbuhan BAL tertinggi dibandingkan dengan starter cair dan matriks lainnya.
      URI
      http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/74809
      Collections
      • MT - Agriculture Technology [2430]

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository
        

       

      Browse

      All of IPB RepositoryCollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

      My Account

      Login

      Application

      google store

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository