Pengaruh Penjarangan dan Pelebaran Jarak Naungan terhadap Keawetan Alami dan Sudut Mikrofibril Kayu Meranti Merah

View/ Open
Date
2015Author
Syahro, Fita Muftikhatus
Wistara, Nyoman Jaya
Metadata
Show full item recordAbstract
Tujuan dari penelitian ini adalah menentukan pengaruh perlakuan silvikultur penjarangan dan jarak bebas naungan meranti merah terhadap keawetan alami kayu dan sudut mikrofibrilnya. Pengujian keawetan alami kayu dilakukan melalui uji laboratorium menggunakan standar SNI 01-7207-2006 dan uji kubur menggunakan standar ASTM D 1756 2008. Sedangkan pengujian sudut mikrofibril menggunakan metode pengukuran dengan difraksi sinar X (XRD). Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari rata-rata kehilangan beratnya, keawetan alami kayu kayu meranti merah tergolong kelas awet III-IV. Perlakuan silvikultur berpengaruh pada kehilangan berat dan mortalitas rayap. Penjarangan dan pelebaran jarak bebas naungan meningkatkan kehilangan berat kayu dan menurunkan mortalitas rayap. Sedangkan pada pengukuran sudut mikrofibril, besarnya sudut mikrofibril semakin bertambah dengan adanya perlakuan silvikultur.
Collections
- UT - Silviculture [1443]
