View Item 
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Undergraduate Theses
      • UT - Faculty of Agriculture
      • UT - Plant Protection
      • View Item
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Undergraduate Theses
      • UT - Faculty of Agriculture
      • UT - Plant Protection
      • View Item
      JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

      Studi Pakan Meridik untuk Pembiakan Ostrinia furnacalis Guenée (Lepidoptera: Crambidae).

      Thumbnail
      View/Open
      Fulltext (9.163Mb)
      Date
      2015
      Author
      Umami, Ushbatul
      Santoso, Teguh
      Metadata
      Show full item record
      Abstract
      Kebanyakan pakan meridik yang digunakan untuk pembiakan larva Ostrinia furnacalis di negara maju memerlukan bahan yang cukup mahal. Penelitian ini terdapat empat komposisi pakan berbasis produk lokal dibandingkan dengan jagung muda yang masih segar sebagai pakan alami. Perlakuan terdiri dari pakan pembanding (P), modifikasi 1 (M1) yang hampir sama dengan P tetapi wheat germ digantikan oleh bekatul beras; modifikasi 2 (M2) tanpa bekatul, wheat germ, beberapa vitamin dan choline; modifikasi 3 (M3) hampir sama dengan M2 tetapi terdapat wheat germ. Pakan M2 dan M3 diberi tepung jagung semi kering sebagai pelengkap vitamin. Larva O. furnacalis yang berasal dari pakan alami dipelihara pada setiap perlakuan. Setiap perlakuan terdiri dari 20 larva. Setiap stadia mulai dari larva sampai imago diamati setiap hari. Hasil penelitian menunjukkan tidak dijumpai perbedaan variabel pengamatan yang nyata antara pakan alami dan pakan pembanding (P). Demikian pula dalam perlakuan M1, tahap perkembangan stadia larva, pupa dan imago sebanding dengan perlakuan dari P (kematian akhir 25% pada kontrol, 35% di P dan 15% di M1); peran wheat germ dapat diganti dengan bekatul beras. Secara umum perlakuan M2 dan M3 mendukung perkembangan larva meskipun sedikit memperpendek stadia larva V dan pupa. Efek lanjut telihat pada pupa; mortalitas pupa mencapai 40% pada M2 dan 45% pada M3. Perlakuan M2 dan M3 juga memberikan efek teratogenik dan menyebabkan malformasi pupa. Akibatnya, semua pupa pada M2 gagal untuk menjadi imago, sedangkan pada M3 hanya 10% pupa yang menjadi imago dengan lama hidup hanya 1 hari. Dalam hal ini, tampaknya peran beberapa vitamin dan choline tidak bisa digantikan oleh tepung jagung semi kering.
      URI
      http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/74630
      Collections
      • UT - Plant Protection [2517]

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository
        

       

      Browse

      All of IPB RepositoryCollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

      My Account

      Login

      Application

      google store

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository