View Item 
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Undergraduate Theses
      • UT - Faculty of Agriculture
      • UT - Plant Protection
      • View Item
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Undergraduate Theses
      • UT - Faculty of Agriculture
      • UT - Plant Protection
      • View Item
      JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

      Perkembangan Cendawan Helminthosporium sp. dan Curvularia sp. pada Tanaman Gandum (Triticum aestivum L.)

      Thumbnail
      View/Open
      Fulltext (9.313Mb)
      Date
      2015
      Author
      Nabila, Rima Yurina
      Tondok, Efi Toding
      Metadata
      Show full item record
      Abstract
      Kebutuhan komoditas tanaman pangan di Indonesia, termasuk gandum meningkat dari tahun ke tahun. Salah satu kendala budidaya tanaman gandum di daerah tropis adalah serangan penyakit. Helminthosporium sp. dan Curvularia sp. telah ditemukan pada gabah gandum di Indonesia, tetapi penelitian tentang uji patogenisitas sesuai dengan postulat Koch belum pernah dilakukan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memverifikasi bahwa Helminthosporium sp. dan Curvularia sp. bersifat patogen pada gandum dan menyerang semua bagian tanaman gandum, dan untuk menguji suhu yang cocok untuk pertumbuhan Helminthosporium sp. dan Curvularia sp. Cendawan pada malai gandum dengan bintik-bintik hitam diisolasi, diinokulasikan pada gandum yang sehat kemudian dilakukan reisolasi. Inokulasi dilakukan pada 0 HST (hari setelah tanam) dengan mencelupkan bibit gandum ke dalam suspensi cendawan, pada 56 HST, dan 84 hst dengan penyemprotan suspensi cendawan pada tanaman gandum. Kemudian, cendawan diinkubasi pada 8 °C, 18 °C, suhu kamar, 30 °C dan 37 °C dan diukur pertumbuhan miseliumnya. Inokulasi dengan Helminthosporium sp. pada 0 HST menunjukkan gejala pada daun dan batang utama, tapi tidak ada gejala yang ditemukan pada saat penyemprotan 56 dan 84 hst. Inokulasi dengan Curvularia sp. pada waktu inokulasi yang berbeda menunjukkan gejala pada daun. Suhu optimum rata-rata untuk pertumbuhan Helminthosporium sp. adalah pada suhu ruang, sedangkan untuk Curvularia sp. pada suhu 30 °C.
      URI
      http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/74620
      Collections
      • UT - Plant Protection [2516]

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository
        

       

      Browse

      All of IPB RepositoryCollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

      My Account

      Login

      Application

      google store

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository