View Item 
      •   IPB Repository
      • Student Papers
      • Program Kreativitas Mahasiswa
      • PKM - Karsa Cipta
      • View Item
      •   IPB Repository
      • Student Papers
      • Program Kreativitas Mahasiswa
      • PKM - Karsa Cipta
      • View Item
      JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

      “Argo” artificial agroecosystem, solusi menumbuhkan tanaman hortikultura subtropis dalam lingkungan tumbuh buatan skala rumahan di perkotaan

      Thumbnail
      View/Open
      Full text (705.5Kb)
      Date
      2014
      Author
      Sucipto
      Situmorang, Benni
      Nugroho, Rizki Anjal Puji
      Humayyah, Suryani
      Suwarno, Willy B
      Metadata
      Show full item record
      Abstract
      Teknologi ARGO (Artificial Agroecosystem) merupakan teknologi sederhana menumbuhkan tanaman hortikultura terutama sayur-sayuran subtropis dalam suatu ruang dengan membuat lingkungan tumbuh seperti aslinya yang mengadopsi sistem lingkungan tumbuh terkendali (Controlled Environment Agriculture). Teknologi ini memungkinkan menumbuhkan tanaman subtropis dengan tidak terbatas pada ketinggian tempat atau faktor agroekosistem lainnya. Kegiatan pembuatan ARGO dilakukan selama 5 bulan. Target khusus dari tujuan pembuatan ARGO ini adalah menyajikan media tumbuh tanaman sayur subtropis dan akhirnya sebagai pemenuh kebutuhan harian dan sumber pendapata keluarga di perkotaan. Alat ini berbentuk balok berukuran 2m x 1m x 80cm. Bagian dinding alat dirakit menggunakan kaca 3 mm sedangkan pada bagian atas (atap) ditutup dengan bahan kayu sehingga meminimalisasi penyerapan panas dan di dalamnya terdapat unsur ekosistem yang dibutuhkan tanaman untuk tumbuh dan berkembang. Unsur-unsur tersebut mencakup cahaya, suhu, air, zat hara dan kelembaban udara. Desain teknologi ini akan menggunakan beberapa peralatan seperti blower, pendingin, lampu fotosintesis, fan, thermometer ruangan, dan sistem irigasi. Tanaman yang ditanam sebagai uji coba adalah bawang putih (Allium sativum L). Nilai impor bawang putih merupakan yang tertinggi diantara kelompok sayur lainnya. Sehingga diharapkan pembudidayaan bawang putih dalam skala rumah tangga dapat ikut berkontribusi dalam mengurangi impor. Metode yang telah dilakukan adalah survey bengkel dan survey alat dan bahan, analisis lingkungan tumbuh, penyempurnaan desain, pembuatan alat dan penanaman, uji fungsional dan kinerja alat, evaluasi, dan konsultasi akhir.
      URI
      http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/73675
      Collections
      • PKM - Karsa Cipta [89]

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository
        

       

      Browse

      All of IPB RepositoryCollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

      My Account

      Login

      Application

      google store

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository