View Item 
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Undergraduate Theses
      • UT - Faculty of Economics and Management
      • UT - Agribusiness
      • View Item
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Undergraduate Theses
      • UT - Faculty of Economics and Management
      • UT - Agribusiness
      • View Item
      JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

      Analisis Sistem Tataniaga Kedelai (Glycine Max L) Di Jawa Barat (Studi Kasus: Kecamatan Banyuresmi, Kabupaten Garut).

      Thumbnail
      View/Open
      Fulltext (26.33Mb)
      Date
      2014
      Author
      Hamaji, Muhamad
      Atmakusuma, Juniar
      Metadata
      Show full item record
      Abstract
      Kedelai merupakan bahan makanan di urutan ke tiga setelah beras dan jagung yang banyak dikonsumsi masyarakat Indonseia. Jawa barat merupakan provinsi sentra kedelai urutan ke lima secara nasional, Kabupaten Garut adalah kabupaten sentra produksi kedelai utama, dan Kecamatan Banyuresmi adalah kecamatan yang memiliki produksi kedelai tertinggi se Kabupaten Garut. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah menganalisis saluran tataniaga, fungsi, struktur, dan perilaku pasar oleh lembaga-lembaga tataniaga pada komoditi kedelai dan menganalisis efisiensi saluran tataniaga kedelai pada setiap saluran tataniaga dengan pendekatan marjin tataniaga, farmer’s share, dan rasio keuntungan. Berdasarkan hasil penelitian, terdapat lima saluran utama yang terbentuk dengan lembaga, fungsi, dan struktur pasar yang berbeda pada setiap salurannya. Dari lima saluran dikelompokkan menjadi dua berdasarkan tujuan akhir penggunaan kedelai. Kelompok satu yaitu saluran yang mendistribusikan kedelai untuk tujuan akhir dikonsumsi yang terdiri dari saluran satu dan dua. Sedangkan kelompok dua adalah saluran yang mendistribusikan kedelai untuk tujuan akhir benih yang terdiri dari saluran tiga, empat, dan lima. Hasil indikasi analisis efisiensi operasional dan indikator kualitatif menunjukkan bahwa saluran tataniaga yang terbentuk cenderung mengarah ke efisien. Saluran yang dinilai paling efisien dari kelima saluran yang ada adalah saluran dua dengan jumlah petani yang memilihnya sebanyak 16 petani atau 53.33 persen, marjin Rp 800, farmer’s share 90.1, dan rasio keuntungan terhadap biayanya 1.34. Selain itu pada sauran dua aktivitas tataniaganya dapat beralangsung secara kontinu dan volume penjualan kedelai yang mampu mencapai 20 ton per bulannya.
      URI
      http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/73312
      Collections
      • UT - Agribusiness [4776]

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository
        

       

      Browse

      All of IPB RepositoryCollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

      My Account

      Login

      Application

      google store

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository