Karakter Morfologi dan Pemupukan N dan P Anorganik terhadap Pertumbuhan dan Produksi Bioaktif Thymoquinone Jintan Hitam (Nigella sativa L.)

View/ Open
Date
2014Author
Suryadi, Rudi
Ghulamahdi, Munif
Kurniawati, Ani
Metadata
Show full item recordAbstract
Nigella sativa L. yang dikenal dengan nama jintan hitam adalah tanaman obat asli dari daerah Asia Barat dan Mediterania yang beriklim sub tropika. Jintan hitam bermanfaat sebagai anti-mikroba, anti-parasit, anti-imflamasi, anti-oksidan, anti-tumor, dan anti-diabetes. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi karakter morfologi dan menganalisis pertumbuhan, produksi, dan kandungan bioaktif thymoquinone jintan hitam (Nigella sativa L.) dengan pemupukan N dan P anorganik yang ditanam di daerah tropika. Penelitian dilakukan dalam tiga tahap percobaan. Percobaan pertama dilaksanakan dari bulan April sampai Agustus 2012 di tiga lokasi yaitu, Bogor, Cicurug, dan Lembang. Rancangan yang digunakan adalah rancangan acak kelompok dengan tiga ulangan. Perlakuan yang diuji adalah penanaman jintan hitam di tiga ketinggian tempat, yaitu : A. Bogor (350 m dpl), B. Cicurug (550 m dpl), dan C. Lembang (1,301.5 m dpl). Percobaan ke dua dilaksanakan di Kebun Percobaan Manoko, Lembang mulai bulan September 2012 sampai Januari 2013. Rancangan yang digunakan adalah rancangan acak kelompok, dua faktor dengan tiga ulangan. Faktor pertama adalah perlakuan empat taraf dosis pupuk nitrogen (0, 40, 80, dan 120 kg N ha-1). Faktor ke dua adalah empat taraf dosis pupuk fosfor (0, 40, 80, dan 120 kg P2O5 ha-1). Percobaan ke tiga dilaksanakan di Kebun Percobaan Manoko, Lembang mulai bulan Agustus 2013 sampai Maret 2014. Rancangan yang digunakan adalah split plot dengan tiga ulangan. Petak utama adalah dua taraf perlakuan pupuk nitrogen (0 dan 120 kg N ha-1) dan anak petak adalah empat taraf pupuk fosfor (0, 60, 120, dan 180 kg P2O5ha-1). Hasil percobaan pertama menunjukkan bahwa di Lembang biji jintan hitam dapat berkecambah, tumbuh, berbunga, dan menghasilkan biji. Biji jintan hitam berkecambah mulai umur 21 hari setelah semai (HSS) dengan jumlah satuan panas 304.5 °C. Hasil percobaan ke dua menunjukkan bahwa pemupukan N dan P mampu meningkatkan tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah cabang, luas daun, indeks luas daun, laju tumbuh relatif, laju asimilasi bersih, bobot kering tanaman, jumlah kapsul per tanaman, jumlah biji per kapsul, bobot biji per tanaman, bobot 1,000 biji, dan produksi biji ha-1. Pertumbuhan dan produksi jintan hitam masih meningkat sampai dosis tertinggi pupuk N dan P sehingga penambahan dosis pupuk masih memungkinkan agar didapatkan dosis optimum. Hasil percobaan ke tiga menunjukkan bahwa pemupukan N dan P mampu meningkatkan tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah cabang, jumlah kapsul per tanaman, jumlah biji per kapsul, bobot biji per tanaman, bobot 1,000 biji, produksi biji ha-1, dan kadar bioaktif thymoquinone. Pemupukan 120 kg N ha-1 + 157 kg P2O5 ha-1 menghasilkan produksi biji dan produksi thymoquinone jintan hitam tertinggi, yaitu 363.04 kg ha-1 dan 298.4 g ha-1.
Collections
- MT - Agriculture [4005]
