View Item 
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Master Theses
      • MT - Agriculture
      • View Item
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Master Theses
      • MT - Agriculture
      • View Item
      JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

      Karakterisasi Benih dan Perkecambahan Aren (Arenga pinnata (Wurmb.) Merr.) serta Respon Pertumbuhan Bibit terhadap Intensitas Naungan

      Thumbnail
      View/Open
      Fulltext (16.78Mb)
      Date
      2014
      Author
      Furqoni, Hafith
      Junaedi, Ahmad
      Wachjar, Ade
      Metadata
      Show full item record
      Abstract
      Tanaman aren (Arenga pinnata (Wurmb.) Merr.) dikelompokkan ke dalam tanaman multi guna (multiple purpose trees). Tanaman aren merupakan tanaman paling luas yang bisa dimanfaatkan seluruh bagiannya dibandingkan dengan spesies palem lainnya. Potensi dari tanaman aren sangat tinggi dalam pemenuhan kebutuhan diversifikasi pangan terutama karbohidrat, sumber gula, sampai pemanfaatan sebagai bio-etanol. Pada kondisi lingkungan alami, aren membutuhkan naungan untuk tumbuh dengan baik. Selain itu banyak terdapat aksesi aren unggul lokal di setiap daerah Indonesia tetapi informasi mengenai deskripsi agronomis aksesi aren lokal belum ada. Penelitian terdiri atas 2 percobaan. Tujuan percobaan pertama adalah mempelajari karakter morfologi beberapa aren unggul lokal selama perkecambahan, sedangkan tujuan percobaan ke dua adalah menguji pengaruh perbedaan naungan terhadap pertumbuhan bibit aren di pembibitan. Percobaan 1 menggunakan 5 aksesi (Pematang Siantar, Bengkulu Lebong, Bengkulu Curup, Banten, dan Cianjur) dan 1 varietas (Kutai Timur) aren. Percobaan menggunakan metode deskriptif dengan mengamati karakteristik morfologi perkecambahan benih. Setiap aksesi dan varietas aren menggunakan 20 benih yang dikecambahkan di dalam polybag dan diulang sebanyak 5 kali sehingga terdapat 100 benih yang digunakan. Benih diamati sampai 90 Hari Setelah Semai (HSS) sampai munculnya apokol, plumula, dan radikula. Pengamatan panjang apokol, panjang radikula, dan panjang plumula diukur menggunakan 10 benih dari masing-masing aksesi dan varietas yang digunakan dan disemai terpisah. Percobaan 2 menggunakan bahan tanam aren varietas Kutai Timur dengan umur ± 5 bulan (2-3 helai daun). Percobaan menggunakan rancangan acak kelompok satu faktor dengan tiga ulangan. Perlakuan yang digunakan adalah intensitas naungan dengan taraf 0, 32, 56, dan 64% menggunakan paranet. Setiap satuan percobaan terdapat 15 tanaman dan diambil 5 tanaman contoh serta satu tanaman contoh lainnya untuk setiap pengamatan destruktif setiap 8 minggu sampai 40 MSP. Hasil percobaan 1 menunjukkan bahwa aksesi Pematang Siantar, Bengkulu Lebong, Bengkulu Curup, Banten, Cianjur, dan varietas Kutai Timur memiliki kisaran bobot buah 37.2–66.2 g, bobot benih 3.7–6.3 g, panjang benih 23.3–31.8 mm, diameter benih 17.6–20.7 mm, bobot basah benih 16.0–29.3 g, bobot kering benih 13.4–21.8 g, Potensi Tumbuh Maksimum (PTM) 66–100%, Daya Berkecambah (DB) 44–98%, kadar air benih 22–36%, rata–rata panjang apokol 9.6–14.0 cm (90 HSS), panjang radikula 17.6–27.2 cm (90 HSS), dan panjang plumula 8.3–19.2 cm (90 HSS). Perkecambahan benih aren dimulai dengan pembentukan apokol yang berguna sebagai jalur pergerakan embrio sebelum berkecambah. Hasil percobaan 2 menunjukkan bahwa pertumbuhan bibit aren dipengaruhi oleh tingkat naungan yang berbeda selama pembibitan. Pemberian tingkat intensitas naungan 32, 56, dan 64% dapat meningkatkan peubah tinggi tanaman sebesar 69.2%, diameter batang sebesar 22.3%, panjang pangkal pelepah ke-6 dan ke-7 berturut-turut sebesar 48.4 dan 71.8%, panjang pelepah daun ke-7 sebesar 58.1%, nilai SPAD sebesar 28.7%, bobot biomassa total sebesar 106.4%, dan laju tumbuh relatif sebesar 28.6% dibandingkan dengan tanaman yang tidak dinaungi. Pemberian naungan 56 dan 64% dapat meningkatkan peubah panjang pelepah daun ke-6 sebesar 51.1%, luas daun sebesar 139.1%, kandungan klorofil a, klorofil b, dan klorofil total berturut-turut sebesar 74.9, 77,8, dan 75.7% dibandingkan dengan bibit aren yang tidak dinaungi tetapi tidak berbeda dengan perlakuan intensitas naungan 32%. Pemberian naungan 56% dapat meningkatkan peubah bobot basah, bobot kering, dan volume akar berturut-turut sebesar 125.5, 101.7, dan 118.3% dibandingkan dengan bibit aren yang tidak dinaungi tetapi tidak berbeda dengan perlakuan intensitas naungan 32 dan 64%.
      URI
      http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/72876
      Collections
      • MT - Agriculture [4005]

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository
        

       

      Browse

      All of IPB RepositoryCollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

      My Account

      Login

      Application

      google store

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository