Analisis faktor-faktor yang memengaruhi nasabah non- muslim dalam menggunakan jasa bank syariah di DKI Jakarta
Abstract
Industri perbankan syariah Indonesia mengalami pertumbuhan dan perkembangan yang signifikan, namun market share perbankan syariah masih kecil yaitu 4,9%. Bank syariah berperan sebagai lembaga intermediasi bagi masyarakat berdasarkan syariah islam, namun tidak hanya dikhususkan untuk umat muslim.Penelitian ini akan menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi nasabah non-muslim dalam menggunakan jasa bank syariah di Jakarta. Responden yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari 50 nasabah non-muslim bank syariah dan 50 nasabah non-muslim bank konvensional. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode regresi logistik untuk melihat faktor-faktor yang memengaruhi nasabah non-muslim dalam menggunakan jasa bank syariah dan metode analisis deskriptif digunakan untuk melihat kecenderungan nasabah non-muslim terhadap bank syariah. Faktor-faktor yang terbukti signifikan memengaruhi nasabah non-muslim dalam menggunakan jasa bank syariah adalah faktor lokasi dengan nilai odd ratio sebesar 1.450, faktor keuntungan administratif dengan nilai odd ratio sebesar 6.790, dan faktor stimulan religi dengan nilai odd ratio sebesar 2.679 Islamic banking industry in Indonesia experienced significant growth and development, despite its market share is still small, i.e around 4.9%. Islamic bank is an intermediary institution based on sharia, which serve both muslim and nonmuslim. This study analyzes the factors that affect non-Muslim customers in using the services of Islamic banks in Jakarta. Respondents used in this study consist of 50 non-Muslim customers of Islamic banks and 50 non-Muslim customers of conventional banks. The method used is the logistic regression method. Descriptive analysis methods is used to see the trend of non-Muslim customers towards Islamic banks. Factors that are significantly affecting non-Muslim customers in using the services of Islamic banks in Jakartaare the location factor with an odds ratio value of 1.450, factor of administrative advantages with an odds ratio value of 6.790, and religious stimulant factor with an odds ratio value of 2.679.

