View Item 
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Undergraduate Theses
      • UT - Faculty of Agriculture
      • UT - Soil Science and Land Resources
      • View Item
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Undergraduate Theses
      • UT - Faculty of Agriculture
      • UT - Soil Science and Land Resources
      • View Item
      JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

      Korelasi Cu-akar dan Cu-tajuk Jagung dengan Cu-tanah pada Empat Tipe Penggunaan Lahan Pertanian di Kawasan Urban-Industri Cileungsi Jawa Barat

      Thumbnail
      View/Open
      Fulltext (9.282Mb)
      Date
      2014
      Author
      Harpeni, Ayu Sukma
      Darmawan
      Sudadi, Untung
      Metadata
      Show full item record
      Abstract
      Pengembangan kawasan industri di daerah yang sebelumnya merupakan kawasan pertanian selain menyebabkan alihfungsi lahan pertanian produktif juga meningkatkan peluang kejadian kontaminasi tanah. Salah satu kontaminan tanah adalah logam berat. Kontaminasi logam berat dalam tanah pertanian dapat menurunkan produktivitas tanah dan kualitas hasil pertanian. Salah satu logam berat yang juga merupakan hara esensial mikro bagi tanaman dan hewan adalah tembaga (Cuprum, Cu). Salah satu kawasan dengan karakteristik yang memungkinkan terjadinya kontaminasi logam berat adalah kawasan urban-industri. Kawasan seperti ini dicirikan oleh kepadatan penduduk, industri dan transportasi yang tinggi, namun penggunaan lahan dominan masih untuk aktivitas budidaya pertanian. Penelitian ini dilakukan untuk mengevaluasi korelasi antar bobot kering, kadar dan serapan Cu akar dan tajuk tanaman uji jagung dengan Cu tanah terekstrak NH4OAc-EDTA (CuNH4OAc-EDTA; tersedia) dan Aqua Regia (CuAR; total) serta toleransi tanaman uji terhadap Cu dan pengalihan Cu dari tanah ke jaringan tanaman uji pada penggunaan lahan kering, pekarangan, sawah tadah hujan dan kebun campuran di kawasan urban-industri Cileungsi, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Sebagai tanaman uji digunakan jagung hibrida yang ditanam dengan metode Nebaüer (20 benih dalam 200 g BKM tanah selama 21 hari di rumah kaca). Analisis jaringan tanaman menggunakan metode pengabuan basah (HNO3). Hasil analisis regresi linier menunjukkan bahwa kadar CuNH4OAc-EDTA berkorelasi nyata positif dengan CuAR (n=15; p=0.0452) dan 9.98% dari total Cu tanah (CuAR) terdiri atas CuNH4OAc-EDTA. Namun, berdasarkan tipe penggunaan lahan, CuNH4OAc-EDTA tidak berkorelasi nyata dengan CuAR. Kadar CuNH4OAc-EDTA berkorelasi nyata positif dengan Cu-tanaman (n=15; p=0.045), sedangkan dengan Cu-akar dan Cu-tajuk berdasarkan tipe penggunaan lahan tidak nyata.Peningkatan kadar Cu-akar dan Cu-tajuk diikuti oleh peningkatan bobot kering akar dan tajuk. Serapan Cu tertinggi pada akar dan tajuk tanaman terjadi pada lahan pekarangan dan kebun campuran. Indeks toleransi (Ti) jagung terhadap Cu pada akar (2.1- 3.0) lebih tinggi daripada pada tajuk (2.0 - 2.7). Koefisien pengalihan (ct) Cu ke jaringan tanaman jagung adalah 0.668 – 9.631 dengan nilai ct Cu terrendah pada tanah di lahan pekarangan.
      URI
      http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/72136
      Collections
      • UT - Soil Science and Land Resources [2824]

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository
        

       

      Browse

      All of IPB RepositoryCollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

      My Account

      Login

      Application

      google store

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository