Toleransi Spesies Pohon Tepi Jalan Terhadap Pencemaran Udara di Simpang Susun Jakarta (Jakarta Interchange) Cawang, Jakarta Timur
Date
2004Author
Udayana, Cicik
Nasrullah, Nizar
Dahlan, Endes Nurfilmarasa
Metadata
Show full item recordAbstract
Keberadaan tanaman tidak hanya mempunyai fungsi estetika tetapi juga berperan dalam menekan tingkat polusi udara. Namun tanaman dapat mengalami kemunduran pada level polutan yang tinggi. Oleh karena itu, perlu dikaji lebih jauh spesies-spesies tanaman yang toleran terhadap pencemaran udara. Tingkat toleransi tanaman terhadap pencemaran udara sangat penting untuk diketahui, karena setiap spesies tanaman mempunyai sifat genetik yang berbeda. Penelitian ini bertujuan mengetahui toleransi tanaman terhadap pencemaran udara dengan menggunakan parameter anatomi, fisiologis dan pertumbuhan khususnya luas daun, pada pohon tepi jalan sehingga didapatkan spesies pohon yang toleran terhadap pencemaran udara.
Hasil sampling udara menunjukkan konsentrasi gas SO2, CO, Pb, H2S dan NO₂ di ruas jalan tol lebih rendah dari nilai baku mutu yang diperkenankan pada ambien. Namun, konsentrasi nitrogen dioksida (NO₂), hidrokarbon (HC) dan debu (TSP) di Interchange Cawang telah melebihi baku mutu.
Hasil penelitian menunjukkan tingkat toleransi 16 spesies pohon sebagai berikut: tanaman toleran adalah kihujan (Samanea saman) dan dadap merah (Erythrina crista-galli). Kelompok tanaman cukup toleran adalah akasia (Acacia auriculiformis) dan bintaro (Cerbera manghas). Tanaman tingkat toleransi sedang meliputi daun kupu-kupu (Bauhinia purpurea), beringin (Ficus benjamina), angsana (Pterocarpus indicus), glodogan bulat (Polyalthia fragrans), akasia mangium (Acacia mangium), cemara laut (Casuarina equisetifolia), cemara norfolk (Araucaria heterophylla) dan kesumba (Bixa orellana). Tanaman sensitif adalah sengon (Paraseriantes falcataria), asam londo (Pithecellobium dulce), mahoni (Swietenia macrophylla) dan tanjung (Mimusops elengi).
Polutan udara tidak berpengaruh secara signifikan terhadap kerapatan stomata dan tebal daun tanaman toleran (kihujan dan dadap merah). Demikian pula kerapatan stomata sengon, asam londo dan tanjung (tanaman sensitif). Luas daun kihujan, dadap merah (tanaman toleran) dan akasia (cukup toleran) tidak terpengaruh polutan udara. Polutan udara berpengaruh nyata terhadap luas daun sengon, asam londo, mahoni dan tanjung (tanaman sensitif). Daun yang terkena paparan polutan udara mempunyai skor warna lebih tinggi dibandingkan kontrol, hal ini menunjukkan bahwa, pada daun yang terkena polutan mempunyai warna lebih gelap.
Penataan tanaman di jalur Interchange Cawang direkomendasikan menggunakan tanaman pereduksi polutan, pengarah dan Landmark dari kategori toleran sampai sedang dan tidak dianjurkan menggunakan tanaman sensitif. Di jalur convergen (penyatuan dua jalan) dibutuhkan daerah terbuka sehingga tidak ditanam pohon.
Collections
- MF - Agriculture [4157]


