Dampak Konversi Lahan Sawah Terhadap Pendapatan Usahatani Padi yang Hilang dan Faktor-faktor yang Mempengaruhinya (Studi Kasus: Kecamatan Bogor Selatan)
Abstract
Kecamatan Bogor Selatan pada saat ini memiliki lahan pertanian yang luas. Seiring dengan meningkatnya aktifitas pembangunan dan pertambahan penduduk, kebutuhan lahan meningkat. Hal ini menyebabkan alih fungsi lahan pertanian. Tujuan penelitian ini adalah: (1) Mengestimasi dampak alih fungsi sawah terhadap pendapatan usahatani padi yang hilang di Kecamatan Bogor Selatan, (2) Menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi terjadinya perubahan penggunaan lahan di Kecamatan Bogor Selatan. Faktor-faktor yang mempengaruhi alih fungsi lahan dianalisis secara mikro menggunakan model regresi logistik. Dampak yang terjadi dianalisis dengan menggunakan rata-rata selisih perbedaan pendapatan sebelum dan sesudah lahan di konversi. Hasil menunjukkan bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi alih fungsi lahan pertanian adalah luas lahan, proporsi pendapatan, jarak, dan harga lahan. Rata-rata pengurangan pendapatan petani setelah alih fungsi lahan sebesar Rp 1 023 658/musim. At present, South Bogor Regency has a wide farm field. As the activity of the development and the growth of population increases, the need of farm field increases. This causes the change of farm field function. The aim of this research were (1) to estimate the effect of the change of farm field function towards the loss of paddy farming income in South Bogor Regency, (2) to analyze factors influencing this change in South Bogor Regency. The factors influencing the change were analyzed in micro analysis by using logistic regression model. The occuring effects were analyzed by using the average difference of income before and after the conversion of land. The results showed that the factors influencing this change were the land width, the proportion of income, distance, and the price of land. The average decrease of farmer income after the change of land use was Rp 1 023 658/ season.

