Pengelolaan Perikanan Kembung (Genus: Rastrelliger) di Perairan Selat Sunda yang Didaratkan di PPP Labuan, Banten

View/ Open
Date
2014Author
Prahadina, Viska Donita
Boer, Mennofatria
Fahrudin, Achmad
Metadata
Show full item recordAbstract
Ikan kembung merupakan salah satu ikan pelagis kecil yang memiliki nilai ekonomis penting di Selat Sunda dan merupakan ikan tangkapan dominan yang didaratkan di PPP Labuan. Alat tangkap utama yang digunakan untuk menangkap ikan ini ialah pukat cincin. Pukat cincin dioperasikan menggunakan kapal motor berukuran 12-15 GT. CPUE ikan kembung di PPP Labuan menurun pada kurun waktu 2011-2013. Oleh sebab itu diduga ikan kembung di perairan Selat Sunda telah mengalami eksploitasi berlebih. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui status stok sumberdaya ikan kembung, daerah tangkapan, pola musim penangkapan serta mengidentifikasi alternatif pengelolaan yang lebih tepat bagi ikan kembung yang didaratkan di PPP Labuan. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juni 2013 hingga Maret 2014. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer termasuk hasil wawancara dengan nelayan dan data sekunder. Analisis data meliputi hubungan panjang bobot, parameter pertumbuhan, penentuan ukuran pertama kali matang gonad, mortalitas serta laju eksploitasi, analisis spasial, analisis kelembagaan, standarisasi alat tangkap, analisis pola musim penangkapan ikan, analisis CPUE dan RPUE, analisis model optimasi statik dan dinamik serta analisis laju degradasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ikan kembung memiliki pola pertumbuhan allometrik negatif atau pertambahan panjangnya lebih dominan dibanding bobotnya. Laju eksploitasi ikan kembung di Selat Sunda sudah melebihi 0.5 atau ikan kembung telah mengalami tangkap lebih. Ikan kembung yang tertangkap dan didaratkan di PPP Labuan memiliki ukuran yang masih kecil. Hal ini terlihat dari banyaknya TKG I dan II yang ditemukan. Selain itu ukuran ikan kembung yang tertangkap kurang dari ukuran pertama kali matang gonad. Alat tangkap pukat cincin merupakan alat tangkap yang lebih selektif untuk menangkap ikan kembung. Berdasarkan nilai IMP, pola musim penangkapan ikan kembung yang didaratkan di PPP Labuan terjadi pada bulan April hingga Agustus sedangkan musim paceklik ikan kembung terjadi pada bulan Desember dan Januari. Sebaran wilayah penangkapan ikan kembung berada di sekitar perairan Selat Sunda seperti di P.Rakata, P.Rakata Kecil, P.Anak Rakata, P.Panaitan, P.Papole, P.Sebesi, P.Sebuku, Jongor serta Tanjung Lesung. Status pemanfaatan ikan kembung di Selat Sunda sudah mengalami tangkap lebih, baik secara biologi maupun ekonomi. Hal ini disebabkan upaya pada kondisi aktual sudah melampaui upaya pada kondisi MSY dan MEY. Pengelolaan ikan kembung yang didaratkan di PPP Labuan dapat dilakukan dengan cara mengurangi upaya penangkapan, memperbesar ukuran mata jaring, pengaturan musim penangkapan dan pengaturan daerah penangkapan.
Collections
- MT - Fisheries [3214]
