Kandungan Senyawa Antibakteri dalam Anggrek Dendrobium Woo Leng yang Berasal dari Lapang dan Kultur In Vitro
Abstract
Anggrek sebagai tanaman hias dapat juga dimanfaatkan sebagai tanaman obat. Perbanyakan anggrek di lapang yang membutuhkan waktu yang lama dapat dipersingkat dengan menggunakan teknik kultur jaringan tanaman, di mana hasilnya bisa diproses menjadi obat-obatan, khususnya antibakteri. Uji pendahuluan terhadap aktivitas antibakteri pada 10 hibrida Dendrobium, satu yang dipilih yaitu D. Woo Leng, dikulturkan dengan teknik kultur in vitro dengan penambahan zat pengatur tumbuh NAA untuk induksi dan perbanyakan plb. Plb hasil kultur jaringan tanaman dan tanaman anggrek dari lapang yang dipisahkan daun, pseudobulb dan akarnya, masing-masing dihancurkan, diekstrak bertahap dengan pelarut etanol 80%, heksana, kloroform, etil asetat dan metanol, hasil setiap ekstrak diuji aktivitas antibakterinya. Sampel ekstrak yang menunjukkan adanya aktivitas antibakteri diidentifikasi senyawa antibakterinya dengan teknik GCMS.


