View Item 
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Undergraduate Theses
      • UT - Faculty of Agriculture
      • UT - Plant Protection
      • View Item
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Undergraduate Theses
      • UT - Faculty of Agriculture
      • UT - Plant Protection
      • View Item
      JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

      Keefektifan Ekstrak Lerak (Sapindus rarak) dan Sirih Hutan (Piper aduncum) terhadap Larva Crocidolomia pavonana Berdasarkan Cara Penyiapan dan Waktu Simpan yang Berbeda

      Thumbnail
      View/Open
      Fultext (580.5Kb)
      Date
      2013
      Author
      Mediana, Gracia
      Prijono, Djoko
      Metadata
      Show full item record
      Abstract
      Ulat krop kubis (Crocidolomia pavonana) merupakan salah satu hama penting pada tanaman famili Brassicaceae. Salah satu cara pengendalian hama yang aman ialah menggunakan insektisida yang bahan aktifnya berasal dari tumbuhan. Penelitian ini bertujuan menentukan cara penyiapan dan daya tahan ekstrak buah lerak (Sapindus rarak) dan sirih hutan (Piper aduncum) dalam hubungannya dengan keefektifan ekstrak tersebut terhadap larva C. pavonana. Irisan buah lerak digiling dalam akuades menggunakan blender sedangkan buah sirih hutan digerus dulu dengan mortar sebelum digiling dengan blender. Sebagian ekstrak langsung disaring dengan kain kasa yang langsung digunakan dan sebagian lagi dipanaskan dalam penangas air pada suhu 40 °C sebelum disaring. Sebagian cairan ekstrak langsung digunakan untuk pengujian dan sebagian lagi disimpan pada suhu kamar atau di dalam lemari es (4 °C) selama 7 hari. Semua pengujian dilakukan dengan menggunakan metode celup daun. Uji awal dilakukan pada konsentrasi 1%, 2.5%, dan 5% (w/v) dan uji lanjutan ekstrak lerak dilakukan pada enam taraf konsentasi berdasarkan hasil uji awal. Secara umum, mortalitas larva C. pavonana pada semua perlakuan meningkat tajam antara 24 dan 48 jam setelah perlakuan (JSP). Berdasarkan LC95 pada 96 JSP, ekstrak lerak dengan pemanasan (LC95 2.19%) hampir dua kali lebih toksik terhadap larva C. pavonana daripada ekstrak lerak tanpa pemanasan (LC95 4.18%), tetapi toksisitas ekstrak tersebut menurun sekitar 3.4 kali lipar setelah disimpan pada suhu kamar selama 7 hari (LC95 7.42%). Selain mengakibatkan kematian, perlakuan dengan ekstrak lerak juga dapat menghambat perkembangan larva C. pavonana dari instar II ke instar IV. Sementara itu, ekstrak buah sirih hutan sampai konsentrasi 5% (w/v) tidak efektif terhadap larva C. pavonana (mortalitas < 15%).
      URI
      http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/67555
      Collections
      • UT - Plant Protection [2517]

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository
        

       

      Browse

      All of IPB RepositoryCollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

      My Account

      Login

      Application

      google store

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository