Analisis saluran pemasaran tomat bandung di KUD Mitra Tani Parahyangan Cianjur
Abstract
Hortikultura merupakan salah satu sumberdaya di Indonesia yang kaya akan keanekaragaman genetika. Selain itu hortikultura juga merupakan salah satu subsektor pertanian pertanian yang sangat berpotensi secara agroklimat untuk dapat dibudidayakan di Indonesia. Hortikultura terdiri dari buah-buahan, sayuran dan bunga. Produk hortikultura tersebut selain memberikan gizi juga berperan dalam memperluas kesempatan kerja, meningkatkan pendapatan petani serta pemenuhan kebutuhan keindahan dan kelestarian lingkungan. Salah satu produk hortikultura yang memiliki prospek di masa mendatang yaitu sayuran. Meskipun Indonesia sangat berpotensi dalam menghasilkan sayuran, tetapi Indonesia masih mengimpor sebagian sayuran untuk memenuhi kebutuhan sayuran dalam negeri. Sehingga diperlukan adanya integrasi dari semua pelaku agribisnis mulai dari hulu hingga hilir untuk saling menjaga kualitas maupun kuantitas produk yang dihasilkan. Penelitian dilaksanakan di KUD Mitra Tani Parahyangan Cianjur yang terletak di Kecamatan Tegalega, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat. Penelitian ini dilaksanakan dari bulan Desember 2012 sampai dengan bulan Februari 2012. Metode penentuan sampel menggunakan non probability sampling, yaitu purposive sampling. Dalam penelitian ini juga melibatkan lembaga pemasaran untuk memberikan informasi mengenai pemasaran tomat bandung di koperasi Mitra Tani Parahyangan. Penelitian ini menggunakan metode peramalan Simple Moving Average, metode Single Exponential Smoothing, metode Double Exponential Smoothing satu parameter dari Brown dan ARIMA.Untuk mempermudah melakukan peramalan digunakan program Microsoft Excel, Minitab 14 dan program E-Views. Saluran pemasaran yang terjadi di KUD Mitra Tani Parahyangan dalam memproduksi dan memasarkan tomat bandung terdiri dari 3 pola yaitu : (1). Pola saluran pemasaran tomat bandung melalui Distributor center (DC) atau wholesaler ; (2) Pola saluran pemasaran tomat bandung melalui Giant Toko atau Alfamidi Toko(retailer) ; (3). Pola saluran pemasaran tomat bandung melalui restoran (rumah makan). Dalam manajemen permintaan kopersi perlu melakukan produksi tinggi pada bulan februari, Mei, Juli dan Oktober, dan perlu melakukan mengurangi produksi pada bulan Juni, Agustus dan November karena berdasarkan data tersebut permintaan pada bulan tersebut tidak terlalu tinggi. Selain itu, peningkatan permintaan terjadi pada bulan februari, Mei, Juli dan Oktober. Model terbaik yang digunakan dalam peramalan produksi adalah yang memiliki MAPE terkecil adalah ARIMA(4,0,1), dan Model terbaik yang digunakan dalam peramalan permintaan adalah yang memiliki MAPE terkecil adalah ARIMA(5,0,4).
Collections
- UT - Agribusiness [4776]
