View Item 
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Undergraduate Theses
      • UT - Faculty of Economics and Management
      • UT - Agribusiness
      • View Item
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Undergraduate Theses
      • UT - Faculty of Economics and Management
      • UT - Agribusiness
      • View Item
      JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

      Pengembangan usaha pembesaran ikan gurame kelompok tani mina makmur, Kecamatan Dramaga, Kabupaten Bogor

      Thumbnail
      View/Open
      full text (2.397Mb)
      Date
      2013
      Author
      Sitepu, Derita Wati Vera Wakina Br
      Jahroh, Siti
      Metadata
      Show full item record
      Abstract
      Usaha Kecil dan Menengah (UKM) merupakan unit usaha yang menjadi mayoritas di Indonesia, sehingga aktivitasnya sangat berperan dalam menyokong perekonomian bangsa. Pengembangan UKM perlu mendapatkan perhatian lebih baik dari pemerintah maupun masyarakat, agar dapat berkembang dan lebih kompetitif bersama pelaku ekonomi lainnya. Pembesaran gurame merupakan salah satu usaha budidaya perikanan yang memiliki potensi dalam menumbuhkembangkan industri kecil dan menengah. Usaha pembesaran gurame dinilai sebagai salah satu usaha yang sangat prospektif, mengingat tingginya permintaan pasar terhadap gurame konsumsi. Hal ini juga terkait dengan peningkatan perekonomian masyarakat yang berakibat pada peningkatan konsumsi protein, yang salah satunya bersumber dari daging ikan. Fenomena ini terlihat terutama di kota-kota besar yang ditandai dengan semakin banyaknya pusat-pusat kuliner berbahan dasar ikan. Berdasarkan persentase produksi ikan gurame, sampai saat ini tercatat lima provinsi penghasil ikan gurame terbesar di Indonesia, yaitu Jawa Barat (34,04%), Jawa Tengah (18,67%), Sumatera Barat (15,44%), Jawa Timur (14,98%), dan Nusa Tenggara Barat (2,7%) (Khairuman, 2011). Desa Petir Kecamatan Dramaga Kabupaten Bogor merupakan salah satu sentra produksi ikan gurame di provinsi Jawa Barat. Meningkatnya tingkat konsumsi masyarakat yang didukung dengan adanya program germani (gemar makan ikan) merupakan peluang bagi Kelompok Tani Mina Makmur sebagai salah satu kelompok pembudidaya ikan gurame. Oleh karena itu, dalam rangka memenuhi peluang tersebut Kelompok Tani Mina Makmur berencana untuk menambah skala usahanya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah pengembangan usaha ikan gurame Kelompok Tani Mina Makmur layak atau tidak untuk dijalankan. Dalam hal ini, peneliti melakukan analisis kelayakan usaha dengan mengkaji dua aspek yaitu aspek non finansial dan aspek finansial. Aspek non finansial meliputi aspek pasar, aspek teknis, aspek manajemen, aspek hukum dan aspek sosial lingkungan yang dilakukan secara kualitatif.Sedangkan aspek finansial dilihat dari kriteria kelayakan investasi yang terdiri dari Net Present Value (NPV), Net Benefit Cost Ratio (Net B/C), Internal Rate of Return (IRR), Payback Period (PP) serta menganalisis tingkat switching value terhadap variabel output maupun variabel input yang dilakukan dengan metode kuantitatif dan dipaparkan secara deskriptif. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Agustus 2012 hingga Desember 2012. Berdasarkan analisis kelayakan usaha ditinjau dari aspek pasar maka dapat disimpulkan bahwa usaha Kelompok Tani Mina Makmur layak untuk dilaksanakan, karena produk yang ditawarkan merupakan produk yang sesuai dengan permintaan pasar, harga yang ditawarkan juga harga yang dapat dijangkau oleh konsumen, kontinuitas produk yang dapat dijaga untuk memenuhi ii permintaan konsumen, dan saluran tata niaga yang tidak terlalu panjang sehingga dapat menjaga keuntungan pemilik usaha. Berdasarkan analisis kelayakan usaha aspek teknis dapat disimpulkan bahwa usaha Kelompok Tani Mina Makmur layak untuk dilaksanakan karena lokasi usaha dekat dengan sumber bahan baku dan pasar, sarana dan prasarana yang mendukung, serta peralatan yang memadai. Berdasarkan analisis kelayakan usaha aspek manajemen dan hukum dapat disimpulkan bahwa usaha Kelompok Tani Mina Makmur layak untuk dilaksanakan karena terpenuhinya empat fungsi manajemen yaitu planning, organizing, actuating, dan controlling. Sedangkan dari aspek hukum, Kelompok Tani Mina Makmur sudah memiliki kekuatan hukum yang akan memberikan jaminan untuk memperlancar kegiatan bisnis. Berdasarkan analisis kelayakan usaha aspek sosial lingkungan dapat disimpulkan bahwa usaha Kelompok Tani Mina Makmur layak untuk dilaksanakan karena tidak menimbulkan limbah yang dapat menganggu masyarakat sekitar perusahaan dan mendukung pendapatan rumah tangga karena telah mempekerjakan orang-orang yang berasal dari sekitar perusahaan yang masih memiliki hubungan keluarga dengan pemilik usaha. Analisis finansial dilakukan dengan menggunakan dua kondisi. Kondisi pertama merupakan kondisi tanpa pengembangan yaitu dimana usaha belum mengalami penambahan kapasitas produksi dan kondisi kedua merupakan kondisi dimana usaha mengalami peningkatan kapasitas produksi. Analisis kelayakan finansial usaha ikan gurame tanpa pengembangan dinyatakan layak dengan nilai NPV sebesar Rp 40.458.531 yang dihasilkan lebih besar dari nol, nilai Net B/C sebesar 1,63 lebih besar dari satu, nilai IRR sebesar 18 persen lebih besar dari tingkat discount rate yang ditentukan (5,25 persen), dan waktu pengembalian modal investasi sudah sesuai dengan umur proyek 10 tahun yaitu delapan tahun. Sedangkan analisis kelayakan finansial Kelompok Tani Mina Makmur dengan pengembangan dinyatakan layak dengan nilai NPV sebesarRp 451.876.066 yang dihasilkan lebih besar dari nol, nilai Net B/C sebesar 34,7 lebih besar dari satu, nilai IRR sebesar 28 persen lebih besar dari tingkat discount rate yang ditentukan (5,25 persen), dan waktu pengembalian modal investasi sudah sesuai dengan umur proyek 10 tahun yaitu satu tahun. Analisis switching value menunjukkan bahwa usaha pembesaran ikan gurame Kelompok Tani Mina Makmur tanpa pengembangan lebih peka terhadap peningkatan harga pakan dari pada penurunan produksi, dimana switching value kenaikan harga pakan sebesar 2,35 persen dan penurunan produksi sebesar 8 persen. Sedangkan untuk usaha pembesaran ikan gurame dengan pengembangan relatif sama dengan sebelum pengembangan, yaitu lebih peka terhadap peningkatan harga pakan dari pada penurunan produksi, dimana switching value menunjukkan kenaikan harga pakan sebesar 22,21 persen dan penurunan produksi sebesar 9,05 persen. Incremental Net Benefit (manfaat bersih) yang diperoleh dari hasil pengurangan manfaat bersih (net benefit) tanpa pengembangan dari manfaat bersih dengan pengembangan yakni sebesar Rp 248.656.024 menunjukkan bahwa usaha pembesaran ikan gurame Kelompok Tani Mina Makmur layak untuk dikembangkan.
      URI
      http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/63911
      Collections
      • UT - Agribusiness [4776]

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository
        

       

      Browse

      All of IPB RepositoryCollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

      My Account

      Login

      Application

      google store

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository