Kelayakan Usaha Pengelolaan Hutan Tanaman Pinus (Pinus merkusii Jungh et de Vriese) di KPH Kedu Utara Perum Perhutani Unit I Jawa Tengah
Abstract
Kehidupan dan pembangunan bangsa Indonesia sangat dipengaruhi oleh keberadaan dan keberlangsungan fungsi hutan. Namun, luas hutan alam ini terus menyusut dengan kecepatan yang sangat mengkhawatirkan sehingga perlu dilakukan pemulihan hutan. Salah satu cara untuk memulihkan dan meningkatkan kembali luasan hutan adalah melalui penanaman dan pengelolaan hutan tanaman yang dilakukan Perhutani. Jenis kayu utama selain jati pada pengelolaan hutan oleh Perum Perhutani adalah kayu pinus (Pinus merkusii Jungh et de Vriese). Pinus merupakan jenis kayu yang baik untuk dikelola dan diusahakan karena tidak hanya dapat memberikan hasil pada akhir daur, namun dapat memberikan keuntungan tahunan yang berasal dari hasil penjarangan dan sadapan getah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola penanaman dan pengelolaan hutan pinus, kelayakan usaha pengelolaan hutan pinus, dan mengetahui pengaruh kenaikan suku bunga terhadap kelayakan usaha hutan pinus oleh Perhutani melalui analisis sensitivitas. Data yang digunakan diperoleh dari Buku Rencana Operasional 2009, Keputusan Direksi Perum Perhutani Nomor 006/Kpts/Dir/2009 tentang Harga Jual Dasar Kayu Bundar Pinus dan Kayu Bakar, Laporan Definitif 2008, Buku Nomor Pekerjaan 2009 dan Tabel Tarif Upah 2009. Sedangkan analisis data dilakukan dengan menggunakan rumus kriteria kelayakan investasi FAO, yaitu Net Present Value (NPV), Benefit Cost Ratio (BCR), Internal Rate of Return (IRR). Pengelolaan Kelas Perusahaan (KP) pinus di KPH Kedu Utara terdiri dari kegiatan persemaian, penanaman, pemeliharaan, perlindungan hutan, pemanenan, dan pemasaran. Berdasarkan hasil pengolahan data dengan suku bunga 12% diperoleh nilai BCR pada biaya I yang dihitung dari biaya operasional sebesar 2,23, dengan nilai NPV sebesar Rp 6.864.487,28 dan IRR sebesar 23,13%. Pada biaya II dan III yang dihitung dengan penggabungan biaya operasional dan biaya manajemen masing-masing sebesar 10% dan 20%, nilai BCR masing-masing sebesar 2,03 dan 1,86 dengan NPV Rp 6.306.603,14 dan Rp 5.748.719,00 dan IRR sebesar 22,74% dan 22,30%.
Collections
- UT - Forest Management [3207]
