View Item 
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Undergraduate Theses
      • UT - Faculty of Forestry and Environment
      • UT - Forest Management
      • View Item
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Undergraduate Theses
      • UT - Faculty of Forestry and Environment
      • UT - Forest Management
      • View Item
      JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

      Kelayakan Usaha Agroforestri Sengon (Paraserianthes falcataria, (L.) Nielsen), Kopi (Coffea spp) dan Tanaman Palawija di BKPH Candiroto, KPH Kedu Utara, Perum Perhutani Unit I Jawa Tengah

      Thumbnail
      View/Open
      fullteks (24.09Mb)
      Date
      2010
      Author
      Anggraini, Mita Ditya
      Metadata
      Show full item record
      Abstract
      Rusaknya kawasan hutan berdampak pada penurunan potensi lahan hutan. Untuk itu diperlukan suatu sistem pengolahan dan pemanfaatan lahan yang tepat, ditunjang dengan adanya peran serta masyarakat dalam mendukung pemanfaatan potensi sumberdaya hutan yang lestari. Salah satu alternatifnya adalah penerapan sistem agroforestri. Di BKPH Candiroto KPH Kedu Utara tengah dilakukan pengembangan tanaman kayu cepat tumbuh (Fast Growing Species) jenis Sengon (Paraserianthes falcataria, (L.) Nielsen). Dalam rangka mengoptimalkan fungsi lahan di sana maka dilakukan pengembangan fungsi lahan di bawah tegakan oleh masyarakat dengan ditanami kopi dan jenis tanaman palawija, khususnya jagung. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola agroforestri sengon, kopi dan tanaman palawija di BKPH Candiroto, mengetahui kelayakan usaha agroforestri bagi Perhutani dan pesanggem serta mengetahui pengaruh kenaikan suku bunga bagi kelayakan usaha agroforestri melalui analisis sensitivitas. Metode pengolahan data yang digunakan adalah analisis finansial dengan tiga kriteria yang dinilai, yaitu 1) Benefit Cost Ratio (BCR); 2) Net Present Value (NPV); 3) Internal Rate of Returns (IRR) dimana periode analisis kelayakan dihitung dalam jangka waktu 7 tahun. Biaya dihitung menggunakan tiga alternatif, yaitu : belum dikenakan biaya manajemen, dikenakan biaya manajemen 10% dan dikenakan biaya manajemen 20%. Pendapatan dari penjualan kayu sengon dibedakan pada dua alternatif harga, yaitu penjualan berdasarkan Harga Jual Dasar Perhutani dan penjualan berdasarkan Harga Pasar. Biaya dan pendapatan dihitung terhadap tiga pelaku usaha, yaitu : Perhutani, pesanggem dan gabungan Perhutani dengan pesanggem.
      URI
      http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/63550
      Collections
      • UT - Forest Management [3207]

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository
        

       

      Browse

      All of IPB RepositoryCollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

      My Account

      Login

      Application

      google store

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository