Nilai Ekonomi Pengendalian Erosi Hutan Alam Produksi: Kasus di IUPHHK-HA PT. Austral Byna, Kabupaten Barito Utara, Provinsi Kalimantan Tengah
Abstract
Salah satu fungsi hutan adalah mengendalikan erosi. Proses erosi menyebabkan kehilangan unsur-unsur hara yang berdampak pada penurunan produktivitas lahan, yang berarti pertumbuhan tegakan akan menurun. Dampak selanjutnya akan mengurangi hasil kayu dari tegakan pada periode tebang selanjutnya. Dengan demikian peranan hutan terhadap pengendalian erosi adalah mencegah kehilangan nilai ekonomi akibat penurunan hasil hutan dari tegakan yang bersangkutan. Pendugaan nilai ekonomi pengendalian erosi menggunakan pendekatan biaya pengganti, yaitu biaya pupuk untuk menyubstitusi unsur-unsur hara yang hilang. Dampak penurunan produksi hasil hutan, berarti kehilangan manfaat ekonomi hasil hutan atau menjadi biaya yang harus ditanggung akibat terjadi erosi. Penelitian dilakukan di IUPHHK-HA PT. Austral Byna, Kabupaten Barito Utara, Provinsi Kalimantan Tengah pada bulan Mei – Juni 2009 dengan tujuan 1) Mengukur besarnya erosi dan kehilangan unsur-unsur hara; 2) Menganalisis pengaruh kondisi penutupan tajuk, kelerengan dan curah hujan terhadap erosi; 3) Menentukan nilai ekonomi pengendalian hutan terhadap erosi. Manfaat penelitian 1) untuk perusahaan berguna dalam merumuskan kebijakan demi terciptanya pengelolaan hutan yang lestari; 2) untuk lembaga swadaya masyarakat atau masyarakat berguna dalam membantu pihak-pihak terkait untuk mempertahankan produktivitas lahan; 3) untuk perguruan tinggi atau peneliti berguna sebagai bahan informasi untuk penelitian-penelitian serupa. Hipotesis penelitian adalah besarnya erosi dipengaruhi oleh kondisi penutupan tajuk, kelerengan dan curah hujan.
Collections
- UT - Forest Management [3207]
