View Item 
      •   IPB Repository
      • Research and Community Empowerment
      • Competitive Grant (Hibah Bersaing)
      • View Item
      •   IPB Repository
      • Research and Community Empowerment
      • Competitive Grant (Hibah Bersaing)
      • View Item
      JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

      Pengembangan Metode Penilaian Kesehatan Hutan Lindung dan Hutan Tanaman

      Thumbnail
      View/Open
      Ringkasan (17.59Kb)
      Ringkasan (25Kb)
      Date
      2007
      Author
      Kasno
      Haneda, Noor Farikhah
      Syaufina, Lailan
      Putra, Erianto Indra
      Metadata
      Show full item record
      Abstract
      Kesehatan hutan (KH) telah menjadi salah satu kriteria pencapaian pengelolaan hutan yang lestari. Forest Healt Monitoring (FHM) adalah sebuah metode pemantauan KH yang digunakan untuk memantau kondisi KH pada saat ini (status), perubahan kondisi KH (change) dan kecenderungan yang mungkin terjadi (trends) dengan menggunakan indikator-indikator ekologis. Metode penilaian yang dapat menunjukkan kondisi KH secara keseluruhan masih sangat terbatas, terutama jika berhadapan dengan fungsi hutan yang beragam di Indonesia. Penelitian bertujuan untuk mengembangkan metode penilaian KH hutan lindung dan hutan tanaman berbasis indikator-indikator ekologis KH. Studi kasus penilaian kesehatan hutan alam produksi dilakukan pada klaster-plot FHM di Taman Nasional Gunung Gede-Pangrango (TNGP) dan hutan tanaman jati di KPH Cepu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa indikator ekologis kunci untuk menilai kesehatan hutan lindung adalah produktivitas (kuantitas dan kualitas), kesehatan tegakan atau vitalitas (kondisi kerusakan pohon dan kondisi tajuk), kualitas tapak dan biodiversitas; sedangkan untuk hutan tanaman perlu mempertimbangkan penggunaan indikator biodiversitas. Hasil akhir kuantifikasi nilai indikator (paramater) di TNGP adalah 0,38 (pertumbuhan pohon), 3,38 (kondisi tajuk), 3,29 (kerusakan pohon), 19,63 (kapasitas tukar kation) dan 0,9 (biodiversity); untuk hutan tanaman jati kelompok umur 3 adalah 0,02 (pertumbuhan pohon), 2,84 (kondisi tajuk), 0,48 (kerusakan pohon), 15,96 (kapasitas tukar kation) dan 0 (biodiversity), sedangkan untuk hutan tanaman jati kelompok umur 6 adalah 0,08 (pertumbuhan pohon), 3,58 (kondisi tajuk), 3,80 (kerusakan pohon), 19,44 (kapasitas tukar kation) dan 0 (biodiversity). TNGP mempunyai nilai skor tertinggi dibandingkan hutan tanaman jati pada semua indikator ekologis KH, kecuali kerusakan pohon.
      URI
      http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/6329
      Collections
      • Competitive Grant (Hibah Bersaing) [295]

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository
        

       

      Browse

      All of IPB RepositoryCollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

      My Account

      Login

      Application

      google store

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository