View Item 
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Undergraduate Theses
      • UT - Faculty of Economics and Management
      • UT - Agribusiness
      • View Item
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Undergraduate Theses
      • UT - Faculty of Economics and Management
      • UT - Agribusiness
      • View Item
      JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

      Analisis Strategi Pengembangan Usaha Jamur Tiram Putih (Pleurotus ostreatus) Pada CV.Wahyu Makmur Sejahtera Bogor Jawa Barat

      Thumbnail
      View/Open
      BAB I (439.4Kb)
      BAB II (423.1Kb)
      BAB III (428.7Kb)
      BAB IV (453.0Kb)
      BAB V (749.2Kb)
      BAB VI (519.2Kb)
      BAB VII (499.8Kb)
      BAB VIII (393.8Kb)
      Cover (324.3Kb)
      Daftar Pustaka (323.4Kb)
      full text (1.828Mb)
      Lampiran (693.7Kb)
      Ringkasan (399.0Kb)
      Date
      2012
      Author
      Anggiadinta, Adilla
      Winandi, Ratna
      Metadata
      Show full item record
      Abstract
      Komoditas pertanian merupakan bagian dari sektor pertanian yang masih perlu untuk dikembangkan karena mampu memberikan kontribusi yang cukup besar. Sektor pertanian yang perlu untuk diperhatikan serta dikembangkan adalah pada sub sektor hortikultur yang terdiri dari sayur – sayuran, buah – buahan, tanaman bunga, tanaman hias dan tanaman obat. Seiring dengan perkembangannya komoditas sayuran terus mengalami peningkatan setiap tahunnya terutama dalam hal produksi. Salah satu satu sayuran unggulan yang mengalami kondisi tersebut adalah jamur. Perkembangan produksi jamur dari tahun 2009 mencapai 38.465 ton dan konsumsi sebesar 47.528 ton, kemudian pada tahun 2010 mengalami peningkatan mencapai 61.370 ton dengan konsumsi mencapai 62.281 ton. Dilihat dari perkembangan antara konsumsi dan produksi jamur, jamur dapat dijadikan sebagai peluang dan potensi yang sangat baik untuk meningkatkan produksi jamur untuk memenuhi konsumsi terhadap jamur di Indonesia yang masih terbuka lebar. Jamur tiram merupakan salah satu jenis jamur yang mulai dikenal oleh masyarakat. Jamur tiram dalam bahasa latin yang disebut Pleurotus ostreatus ini merupakan jamur yang dibudidayakan menggunakan substrat yang berbentuk serbuk kayu dan diinkubasi ke dalam kumbung. Jamur tiram sendiri memiliki beberapa keunggulan salah satunya yaitu dapat dibudidayakan dengan mudah dan juga dapat dilakukan sepanjang tahun. Pengembangan jamur tiram sendiri tidak memerlukan lahan yang luas. Masa produksi jamur tiram relatif lebih cepat sehingga periode dan waktu panen lebih singkat dan dapat berlanjut sepanjang tahun. CV Wahyu Makmur Sejahtera merupakan salah satu perusahaan yang bergerak pada usaha budidaya jamur tiram putih yang berdiri pada Bulan Mei 2005. Perusahaan ini memiliki beberapa kendala diantaranya kapasitas produksi belum optimal sehingga perusahaan belum mampu memenuhi permintaan yang ada, keterbatasan modal, lemahnya manajemen perusahaan yang dikarenakan rangkap jabatan dalam perusahaan. Oleh sebab itu, perusahaan harus melakukan strategi pengembangan usaha jamur tiram putih yang dijalankannya. Berdasarkan permasalahan tersebut, maka tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis lingkungan internal seperti kekuatan dan kelemahan, serta lingkungan eksternal seperti peluang dan ancaman yang mempengaruhi CV Wahyu Makmur Sejahtera. Kemudian, mengidentifikasi alternatif strategi pengembangan usaha yang dapat dijalankan oleh CV Wahyu Makmur Sejahtera serta merekomendasikan strategi terbaik bagi perusahaan tersebut. Penelitian ini dilaksanakan pada Perusahaan CV Wahyu Makmur Sejahtera . Responden yang dipilih adalah pemilik perusahaa, pengelola, bagian produksi, pelanggan serta Dinas Pertanian Kabupaten Bogor. Alat analisis yang iii digunakan dalam penelitian ini adalah matriks IFE dan EFE, matriks IE, matriks SWOT dan matriks QSP. Hasil matriks IFE menunjukkan bahwa kekuatan CV Wahyu Makmur Sejahtera adalah jamur tiram putih yang dihasilkan memiliki kualitas baik, lokasi tempat usaha yang strategis, memproduksi dan menjual baglog serta bibit jamur tiram putih sendiri, komunikasi yang terjalin baik antara pemilik dan karyawan, perusahaan telah berbadan hukum dan memiliki dan menjalin hubungan yang baik dengan pemasok. Kelemahan perusahaan adalah kapasitas produksi belum optimal, teknologi yang digunakan masih sederhana, kegiatan promosi yang dilakukan masih sederhana, keterbatasan modal, sistem administrasi dan pencatatan keuangan yang dilakukan masih sederhana dan adanya rangkap jabatan. Analisis matriks EFE yang menjadi peluang perusahaan adalah pertumbuhan ekonomi yang positif, konsep back to nature dan tingkat kesadaran masyarakat semakin tinggi terhadap kesehatan, adanya peran pemerintah serta lembaga yang dapat mendukung usaha jamur tiram putih dan sistem teknologi dan informasi semakin berkembang, sedangkan yang menjadi ancaman perusahaan adalah serangan hama dan penyakit, kebijakan mengenai perdagangan bebas, persaingan usaha sejenis dan ancaman pendatang baru. Berdasarkan hasil analisis EFE diperoleh total skor 3,192 dan analisis IFE diperoleh total skor 2,570. Total skor dari masing-masing matriks IFE dan EFE yang dimiliki oleh CV Wahyu Makmur Sejahtera yang dipetakan dalam matriks IE dan diperoleh posisi perusahaan pada usaha jamur tiram saat ini berada di kuadran II yang merupakan posisi “tumbuh dan kembangkan” (growth and build). Pada kondisi tersebut, strategi yang tepat digunakan adalah strategi intensif dan strategi integratif. Strategi integrasi mencakup integrasi ke belakang, integrasi kedepan dan integrasi horizontal. Dari strategi tersebut maka diperoleh strategi pada matriks SWOT, yaitu terdapat tujuh strategi diantaranya menjaga kualitas produk yang dihasilkan, meningkatkan volume penjualan jamur tiram putih, meningkatkan kapasitas produksi, meningkatkan promosi jamur tiram putih, memanfaatkan program pemenrintah dan lembaga komoditi jamur untuk perolehan dana, menjaga dan meningkatkan hubungan baik dengan pemasok, pelanggan dan seluruh karyawan dan memperbaiki sistem manajemen perusahaan. Hasil analisis QSPM pada CV Wahyu Makmur Sejahtera menunjukan strategi utama terbaik yang dipilih adalah memanfaatkan program pemerintah dan lembaga komoditi jamur untuk perolehan dana dengan total nilai daya tarik (TAS) sebesar 7,565 , kemudian yeng kedua meningkatkan kapasitas produksi dengan total nilai daya tarik sebesar 7,541 kemudian yang ketiga volume penjualan jamur tiram putih dengan nilai total daya tarik (TAS) sebesar 7,521 serta yang keempat menjaga kualitas produk yang dihasilkan dengan total nilai daya tarik sebesar 7,091
      URI
      http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/63047
      Collections
      • UT - Agribusiness [4776]

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository
        

       

      Browse

      All of IPB RepositoryCollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

      My Account

      Login

      Application

      google store

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository