Komposisi Kimia Chaetoseros gracilis yang Dikultivasi dengan Penyinaran dan Dipanen pada Umur Kultur yang Berbeda
Abstract
Indonesia sebagai negara tropis dengan wilayah perairan yang cukup besar, memiliki keanekaragaman sumber daya laut yang tinggi. Fitoplankton secara umum membutuhkan faktor-faktor tertentu untuk pertumbuhannya, antara lain cahaya dan nutrien. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan kurva pertumbuhan dan komposisi kimia dari C. gracilis yang dikultivasi pada penyinarn dan umur panen yang berbeda. Penelitian ini dilakukan dengan kultivasi C. gracilis pada media NPSi dengan lama penyinaran 12 dan 24 jam dengan lampu TL, penyinaran dengan sinar matahari dan penyinaran dengan matahari penambahan NaHCO3, kemudian penentuan kurva petumbuhan, dan penentuan komposisi kimia C. gracilis yaitu kadar air, abu, karbohidrat, protein, dan lemak. Kultur dengan lama penyinaran 12 jam (A) umur panen 8 dan 14 hari memiliki kepadatan sel masing-masing berturut-turut adalah 9,75x105sel/L dan 1,07x106sel/L. Kultur dengan lama penyinaran 24 jam (B) umur panen 8 dan 14 hari memiliki kepadatan sel masing-masing berturut-turut adalah 2,30x106sel/L dan 2,20x106sel/L. Kultur dengan penyinaran sinar matahari (C) umur panen 8 dan 14 hari memiliki kepadatan sel 3,55x106sel/L dan 2,70x106sel/L. Kultur dengan penyinaran sinar matahari dan penambahan NaHCO3 (D) umur panen 8 dan 14 hari memiliki kepadatan sel masing-masing berturut-turut adalah 2,60x106sel/L dan 1,80x106sel/L.
