Karakteristik Kimia Surimi Beku Ikan Nila (Oreochromis niloticus) dengan Penambahan Formula Cryoprotectant Berbasis Karagenan
Abstract
penyimpanan beku tetap mengalami perubahan sifat fungsional, terutama penurunan kekuatan gel karena denaturasi protein. Untuk mengatasi hal tersebut dibutuhkan cryoprotectant. Beberapa penelitian telah dan terus dilakukan dalam upaya penggantian cryoprotectant sukrosa dan sorbitol karena menimbulkan rasa manis yang tak disukai, menggunakan bahan polisakarida rendah gula atau hidrokoloid sebagai contohnya adalah karagenan. Penelitian ini mengkombinasikan karagenan dengan kalium klorida dan sodium tripolyphosphate (STPP) menjadi bahan cryoprotectant. Formulasi cryoprotectant telah ditentukan dengan konsentrasi pada masing-masing variabel yakni karagenan 2%, 4%, dan 6%; KCl 0,5%, 0,75%, dan 1%; STPP 0,15%, 0,25%, dan 0,35%. Penambahan cryoprotectant berbasis karagenan dilakukan pada surimi dan selanjutnya masing-masing dilakukan karakterisasi secara kimiawi terhadap surimi segar dan surimi yang telah disimpan beku. Hasil karakterisasi dianalisis menggunakan rancangan two level factorial. Rendemen yang dihasilkan dari daging fillet 30,37% dan surimi 18,57%, sementara dari uji proksimat, diketahui nilai protein dan kadar air daging ikan nila masing-masing 17,69% dan 80,13%; sedangkan nilai protein dan kadar air surimi masing-masing 17,34% dan 74,45%. Nilai pH surimi dengan penambahan formula cryoprotectant berbasis karagenan diketahui berkisar 6,61-6,94; kadar air 75,81-78,94%; nilai WHC 79,79-88,95%; dan nilai PLG 7,205-9,485%. Nilai pH pada surimi dengan penambahan cryoprotectant dan dibekukan menunjukkan peningkatan dengan kisaran 5,58-10,4%; kadar air mengalami peningkatan 1,22-2,59%; dan nilai WHC terjadi penurunan 1,77-25,83%; sedangkan nilai PLG dengan formulasi konsentrasi karagenan 4%, KCl 0,5% dan STPP 0,25% sebagai nilai titik balik tertinggi.
