View Item 
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Undergraduate Theses
      • UT - Faculty of Forestry and Environment
      • UT - Forest Management
      • View Item
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Undergraduate Theses
      • UT - Faculty of Forestry and Environment
      • UT - Forest Management
      • View Item
      JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

      Peran Hutan Rakyat Dalam Perekonomian Masyarakat Desa (Studi Kasus di Desa Wangunjaya Kecamatan Cugenang Kabupaten Cianjur Propinsi Jawa Barat).

      Thumbnail
      View/Open
      BAB I (305.1Kb)
      BAB II (308.7Kb)
      BAB III (314.2Kb)
      BAB IV (282.4Kb)
      BAB V (325.4Kb)
      BAB VI (277.2Kb)
      Cover (286.0Kb)
      Daftar Pustaka (277.8Kb)
      full text (1.352Mb)
      Lampiran (1.098Mb)
      Ringkasan (282.1Kb)
      Date
      2009
      Author
      Purnama Intan Megalina S
      Nurrochmat, Dodik Ridho
      Metadata
      Show full item record
      Abstract
      Hutan rakyat sebagai alternatif untuk mengatasi masalah lahan kritis dan meningkatkan pendapatan masyarakat, dalam pengelolaannya masih dilakukan secara sederhana dan belum memperhatikan prinsip-prinsip ekonomi yang menguntungkan sehingga manfaat yang diperoleh belum optimal karena lebih mengandalkan faktor alam dengan teknik budidaya yang minim serta kurang memperhatikan kelestarian hasil. Hutan rakyat dianggap sebagai tabungan untuk kebutuhan yang mendesak dan merupakan usaha sampingan mereka. Sehubungan dengan hal diatas maka perlu dicari sistem pengelolaan hutan rakyat yang memberi manfaat yang optimal, yang mampu memberikan produksi kayu yang tinggi dan meningkatkan kesejahteraan petani dengan tetap memperhatikan daya dukung dan fungsi hutan tersebut. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui karakteristik petani hutan rakyat, mengetahui sistem pengelolaan hutan rakyat yang diterapkan saat ini, besarnya kontribusi hutan rakyat terhadap pendapatan petani, kelayakan usaha dimasa depan, sehingga akan memberikan alternatif sistem pengelolaan hutan rakyat yang memberikan manfaat optimal, khususnya terhadap kelestarian hasil dan kesejahteraan petani hutan rakyat. Penelitian dilakukan di Desa Wangunjaya Kecamatan Cugenang Kabupaten Cianjur dengan obyek petani hutan rakyat dan areal hutan rakyat yang diusahakannya. Teknik pengumpulan data primer dilakukan dengan observasi langsung, pencatatan data dan wawancara baik terstruktur maupun bebas terhadap 30 responden (petani hutan rakyat). Sedangkan data sekunder diperoleh dari instansi terkait. Pengambilan contoh dilakukan dengan secara acak tersrtatifikasi. Strata yang digunakan adalah strata I, II dan III, dimana pembagian strata tersebut berdasarkan pada luas pemilikan lahan hutan rakyat. Pembagian strata berdasarkan luas lahan hutan rakyat karena faktor luas lahan merupakan faktor yang menentukan bagi pendapatan petani dimana lahan menjadi modal penting dalam usaha tani. Dari data yang diperoleh dilakukan perhitungan secara matematis dan dianalisa secara deskriptif dengan tabulasi dan gambar. Karakteristik petani hutan rakyat dari wawancara yang dilakukan menunjukkan bahwa pengusahaan hutan rakyat banyak dilakukan oleh petani berumur 31-40 tahun, tingkat pendidikan petani hutan rakyat sebagian besar SD, sebagian besar memiliki pekerjaan lain selain usaha hutan rakyat, pengalaman usaha hutan rakyat yang cukup lama dan luas kepemilikan yang relatif kecil. Pengelolaan hutan rakyat sebagian besar dikelola bersama dengan tanaman pertanian dengan bentuk tumpangsari, karena kepemilikan lahan petani relatif sempit dengan berbagai kepentingan dalam penggunaan lahan. Kegiatan pembangunan hutan rakyat terdiri dari beberapa kegiatan antara lain persiapan lahan, penanaman dan pemeliharaan. Kegiatan persiapan lahan untuk penanaman tidak dilakukan secara khusus oleh petani tetapi dilakukan bersamaan dengan kegiatan untuk tanaman pertanian (semusim). Pemeliharaan dilakukan pada tahun-tahun awal tanaman (1-3 tahun) meliputi kegiatan pemeliharaan tegakan gulma (penyiangan) dan pengurangan jumlah trubusan. Masih banyak kegiatan pemeliharaan yang tidak dilakukan seperti penjarangan dan pembuatan teras. Penjualan kayu dilakukan sesuai kebutuhan petani hutan rakyat yang cenderung menjual kayu apabila ada kebutuhan yang mendesak. Kayu yang ditebang umunya berdiameter >16 cm. Pemanfaatan kayu rakyat yaitu untuk memenuhi kebutuhan sendiri dan dijual. Petani hanya menjual kayu dalam bentuk pohon berdiri sehingga harga jualnya jauh lebih rendah. Peran kelompok tani masih sedikit terhadap usaha hutan rakyat, terbatas apabila ada program Penghijauan. Pengusahaan hutan rakyat layak secara finansial untuk di usahakan khususnya di lokasi penelitian. Pengelolaan hutan rakyat di Desa Wangunjaya masih dilakukan secara sederhana dan bukan merupakan pendapatan utama untuk petani hutan rakyat, hutan rakyat digunakan hanya sebagai tabungan.
      URI
      http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/59693
      Collections
      • UT - Forest Management [3207]

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository
        

       

      Browse

      All of IPB RepositoryCollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

      My Account

      Login

      Application

      google store

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository