View Item 
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Undergraduate Theses
      • UT - Faculty of Agriculture
      • UT - Plant Protection
      • View Item
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Undergraduate Theses
      • UT - Faculty of Agriculture
      • UT - Plant Protection
      • View Item
      JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

      Toksisitas Campuran Ekstrak Daun Tephrosiavogelii (Leguminosae) dan Buah Sapindusrarak (Sapindaceae) terhadap Larva Crocidolomiapavonana

      Thumbnail
      View/Open
      full text (780.6Kb)
      Abstrak (348.2Kb)
      BAB I (356.4Kb)
      BAB II (430.1Kb)
      BAB III (417.1Kb)
      BAB IV (414.5Kb)
      BAB V (347.6Kb)
      Cover (358.3Kb)
      Daftar Pustaka (424.5Kb)
      Lampiran (441.3Kb)
      Date
      2012
      Author
      Irawan, Rizky
      Prijono, Djoko
      Metadata
      Show full item record
      Abstract
      Salah satu hama penting pada tanaman sayuran Brassicaceae adalah ulat krop kubis Crocidolomia pavonana. Insektisida botani ekstrak daun kacang babi Tephrosia vogelii dan ekstrak buah lerak Sapindus rarak berpotensi untuk mengendalikan hama tersebut. Penelitian ini bertujuan menentukan toksisitas ekstrak etil asetat daun kacang babi, ekstrak metanol buah lerak, ekstrak air buah lerak, dan campuran ekstrak kacang babi dan ekstrak lerak terhadap larva C. pavonana. serta menentukan aktivitas residu bahan uji yang telah terpajan pada faktor cuaca di luar ruangan terhadap larva C. pavonana. Setiap ekstrak diuji terhadap larva instar II C. pavonana dengan metode celup daun dengan lama pemberian daun perlakuan 48 jam. Pada semua perlakuan, mortalitas larva uji masih rendah pada 24 jam sejak perlakuan (JSP). Tingkat mortalitas larva meningkat tajam antara 24 dan 48 JSP, selanjutnya pada 72 dan 96 JSP tingkat mortalitas larva melandai. Berdasarkan perbandingan LC50 dan LC95 pada 72 JSP, ekstrak daun kacang babi (Tv) masing-masing sekitar 15.4 dan 12.9 kali serta 14.3 dan 10.8 kali lebih beracun terhadap larva C. pavonana daripada ekstrak metanol lerak (EMS) dan ekstrak air lerak (EAS). Pada taraf LC50, toksisitas campuran ekstrak Tv + EMS setara dengan campuran ekstrak Tv + EAS, sedangkan pada taraf LC95 campuran ekstrak Tv + EMS sekitar 1.4 kali lebih beracun daripada campuran ekstrak Tv + EAS. Berdasarkan indeks kombinasi, campuran ekstrak Tv + EMS dan Tv + EAS bersifat aditif. Pada uji aktivitas residu di luar ruangan, aktivitas ekstrak kacang babi menurun tajam setelah mengalami pemajanan selama 3 sampai 7 hari tetapi penurunan aktivitas tersebut dapat dikurangi dengan penambahan ekstrak metanol buah lerak. Dengan demikian, campuran ekstrak etil asetat daun kacang babi dan ekstrak metanol buah lerak berpotensi untuk digunakan sebagai sarana alternatif untuk pengendalian hama C. pavonana.
      URI
      http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/58871
      Collections
      • UT - Plant Protection [2516]

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository
        

       

      Browse

      All of IPB RepositoryCollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

      My Account

      Login

      Application

      google store

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository