Pembentukan Populasi Dasar untuk Perbaikan Produksi Kacang Bogor (Vigna subterranean (L.) Verdcourt) asal Darmaga, Sukabumi dan Parung.
Abstract
Kacang bogor (Vigna subterranea (L.) Verdc.) memiliki kandungan gizi yang baik yaitu mengandung karbohidrat dan protein yang tinggi serta lemak yang relatif rendah, sehingga dapat dijadikan sebagai pangan alternatif. Selain itu tanaman kacang bogor juga dapat dipergunakan sebagai alternatif untuk pertanaman di lahan kering. Usaha peningkatan hasil dapat dilakukan dengan memperhatikan faktor genetik tanaman dan memperbaiki teknik budidaya. Sampai sejauh mana keragaman genetik mempengaruhi produksi dan sifat-sifat apa yang dapat dijadikan dasar untuk menyeleksi tanaman yang berpotensi produksi tinggi belum banyak dipelajari. Untuk itu penelitian ini dilakukan dengan tujuan membentuk populasi dasar dengan melihat potensi hasil kacang bogor asal Darmaga, Sukabumi dan Parung untuk perbaikan hasil kacang bogor. Penelitian ini dilaksanakan di Kebun Percobaan Cikabayan serta Laboratorium Genetika dan Pemuliaan Tanaman, IPB mulai bulan Maret hingga November 2011. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan uji nilai tengah, korelasi antar karakter dan kehomogenan koefisien korelasi. Populasi dasar kacang bogor asal Sukabumi memiliki produksi tinggi serta memiliki potensi untuk dikembangkan berdasarkan peubah bobot polong basah, jumlah polong bernas, bobot polong kering total dan bobot polong kering bernas. Dengan menyeleksi keragaan fenotipik terbaik yaitu diameter kanopi, diharapkan akan diperoleh tanaman dengan potensi produksi tinggi. Adanya korelasi positif nyata antara diameter kanopi dengan hasil. Pengujian kehomogenan koefisien korelasi antara diameter kanopi dengan jumlah polong bernas bersifat homogen, sehingga peubah diameter kanopi ini dapat dijadikan sebagai faktor penentu produksi (jumlah polong) pada semua kacang bogor yang ditanam.

