View Item 
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Undergraduate Theses
      • UT - Faculty of Fisheries and Marine Science
      • UT - Fisheries Resource Utilization
      • View Item
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Undergraduate Theses
      • UT - Faculty of Fisheries and Marine Science
      • UT - Fisheries Resource Utilization
      • View Item
      JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

      Pengaruh Perbedaan Posisi Penempatan Lampu Tabung terhadap Hasil Tangkapan Bagan Apung

      Thumbnail
      View/Open
      Abstrak (280.4Kb)
      BAB I (284.9Kb)
      BAB II (1.491Mb)
      BAB III (333.2Kb)
      BAB IV (1.494Mb)
      BAB V (276.7Kb)
      full text (3.176Mb)
      Cover (301.7Kb)
      Daftar Pustaka (290.1Kb)
      Lampiran (570.9Kb)
      Date
      2012
      Author
      Ermawati, Nela Indah
      Puspito, Gondo
      Iskandar, Mokhamad Dahri
      Metadata
      Show full item record
      Abstract
      Kenaikan harga minyak tanah memicu penggantian lampu petromaks pada perikanan bagan apung. Nelayan mencoba beralih menggunakan jenis lampu tabung (tubular lamp) dengan sumber listrik yang dihasilkan oleh mesin pembangkit listrik berukuran kecil (genset). Lampu tabung digunakan karena lampu ini lebih hemat energi dan lebih terang jika dibandingkan dengan lampu pijar. Nelayan Palabuhanratu masih belum menemukan cara paling efektif untuk mengoperasikan lampu tabung. Penelitian ini mencoba cara lain untuk memecahkan permasalahan tersebut dengan cara menggunakan lampu dalam air. Cara penggunaan lampu tabung yang benar akan memberikan hasil tangkapan yang banyak. Lampu dalam air dibuat dari bahan-bahan sederhana seperti stoples Nutrisari dan lampu tabung (TL) 24 watt. Posisi penempatan lampu tabung adalah di atas permukaan air dan di dalam air pada kedalaman 1 m di bawah permukaan air. Pada penelitian ini komposisi hasil tangkapan pada pengoperasian bagan apung dengan menggunakan kedua lampu dihitung dan selanjutnya dibandingkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komposisi hasil tangkapan yang diperoleh cukup berbeda. Hasil tangkapan lampu tabung lebih beragam, namun dengan kuantitas yang lebih sedikit dibandingkan dengan lampu dalam air. Jenis tangkapan yang diperoleh lampu tabung adalah tembang (Sardinella fimbriata) seberat 21,8 kg, kembung (Rastrelliger spp.) 13,8 kg, cumi-cumi (Loligo sp.) 8,5 kg, layur (Trichiurus sp) 8 kg, tongkol (Auxis thazard) 5 kg dan teri (Stolephorus commersonii) 5 kg. Adapun komposisi hasil tangkapan lampu dalam air didominasi oleh teri seberat 39,4 kg. Hasil tangkapan lainnya adalah rebon 31,4 kg, kembung 29,5 kg, tembang 29,2 kg, layur 21,5 kg dan tongkol 0,5 kg. Kesimpulan yang diperoleh adalah penggunaan lampu dalam air lebih efektif dibandingkan dengan lampu tabung dengan berat tangkapan masing-masing adalah 151,7 kg dan 65,1 kg.
      URI
      http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/58378
      Collections
      • UT - Fisheries Resource Utilization [1891]

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository
        

       

      Browse

      All of IPB RepositoryCollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

      My Account

      Login

      Application

      google store

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository