Analisis Respon Masyarakat terhadap Rencana Kenaikan Harga BBM Jenis Premium (Kasus: Pengendara Mobil Pribadi di Bogor)
Abstract
Sektor transportasi merupakan sektor yang penting dalam siklus kehidupan manusia. Transportasi dapat menentukan efisiensi mobilitas seseorang. BBM yang merupakan sumber penggerak utama bagi berbagai alat transportasi diberikan subsidi oleh pemerintah, salah satunya adalah BBM jenis premium. Terjadi peningkatan pembiayaan pemerintah dalam menutupi subsidi BBM. Hal ini memengaruhi kebijakan-kebijakan yang sedang dipertimbangkan oleh pemerintah untuk mencapai solusi yang baik untuk seluruh masyarakat sebagai pengguna BBM jenis premium maupun pemerintah sebagai penanggung beban subsidi tersebut. Penelitian ini membahas analisis mengenai respon masyarakat terhadap rencana kenaikan harga BBM jenis premium (kasus: pengendara mobil pribadi di Bogor). Alat analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode regresi logit yang didukung dengan Uji Crosstabs dan penghitungan Willingness to Pay (WTP) masyarakat terhadap satu liter BBM jenis premium. Uji Crosstabs yang mengaji hubungan masing-masing variabel bebas terhadap variabel tak bebas menghasilkan bahwa variabel-variabel yang memiliki hubungan terhadap respon pengendara mobil pribadi adalah usia, jumlah tanggungan responden dan kesediaan membayar terhadap satu liter BBM jenis premium. Lalu hasil penghitungan willingness to pay pengendara mobil pribadi terhadap satu liter BBM jenis premium adalah sebesar Rp 5.425. Sementara itu, metode regresi logit yang mengaji faktor-faktor pembeda respon pengendara mobil pribadi yang menggunakan model persamaan matematis tertentu menghasilkan bahwa variabel jumlah tanggungan responden, tingkat pendapatan responden, kesediaan membayar terhadap satu liter BBM jenis premium dan tingkat konsumsi BBM jenis premium per bulan berpengaruh nyata terhadap respon pengendara mobil pribadi terhadap kenaikan harga BBM jenis premium
