View Item 
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Undergraduate Theses
      • UT - Faculty of Agriculture
      • UT - Plant Protection
      • View Item
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Undergraduate Theses
      • UT - Faculty of Agriculture
      • UT - Plant Protection
      • View Item
      JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

      Perkembangan Populasi Kepinding Tanah Scotinophara coarctata (Fabricius) (Hemiptera: Pentatomidae) pada Pertanaman Padi

      Thumbnail
      View/Open
      full text (1.454Mb)
      Abstrak (280.2Kb)
      BAB I (288.5Kb)
      BAB II (382.3Kb)
      BAB III (395.1Kb)
      BAB IV (856.3Kb)
      BAB V (368.2Kb)
      Cover (304.3Kb)
      Daftar Pustaka (364.5Kb)
      Lampiran (637.9Kb)
      Date
      2012
      Author
      Ismawati
      Winasa,I Wayan
      Metadata
      Show full item record
      Abstract
      Padi (Oryza sativa L.) merupakan tanaman pangan terpenting di Indonesia, karena sebagian besar penduduk Indonesia menggunakan beras sebagai makanan pokok. Kepinding tanah (Scotinophara coarctata (F.)) (Hemiptera: Pentatomidae) merupakan salah satu hama penting yang dapat menyebabkan turunnya produksi padi. Serangan hama ini menyebabkan berkurangnya jumlah anakan, pertumbuhan tanaman terhambat dan bulir padi kosong. Selain itu kepinding tanah mampu berkembang biak cepat dan sulit dikendalikan karena berada di antara batang pada bagian pangkal rumpun padi. Penelitian bertujuan untuk mengetahui perkembangan populasi kepinding tanah dan musuh alaminya pada pertanaman padi. Pengamatan dilakukan dengan cara menghitung jumlah kepinding tanah pada fase telur, nimfa kecil, nimfa besar dan imago serta musuh alami pada 200 rumpun tanaman contoh yang ditentukan secara acak sistematis dari luas petak contoh sekitar 1000 m2. Hasil penelitian menunjukkan bahwa imago kepinding tanah mulai ditemukan pada pertanaman padi setelah berumur 3 MST, telur setelah 4 MST, nimfa kecil setelah 5 MST dan nimfa besar setelah 6 MST. Kerapatan populasi kepinding tanah umumnya meningkat setelah tanaman memasuki fase generatif mulai umur 9 MST. Perkembangan populasi kepinding tanah di pertanaman padi berfluktuasi dan populasinya masih tetap tinggi sampai menjelang panen. Musuh alami yang ditemukan adalah parasitoid telur Telenomus spp. (Hymenoptera: Scelionidae) dengan rataan persentase butir telur terparasit sebesar 24.99%. Selain itu ditemukan cendawan patogen Metarhizium anisopliae dan predator terutama laba-laba.
      URI
      http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/57639
      Collections
      • UT - Plant Protection [2533]

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository
        

       

      Browse

      All of IPB RepositoryCollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

      My Account

      Login

      Application

      google store

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository