Pengaruh Kombinasi NAA Dengan Sitokinin (BAP, Kinetin dan 2iP) Terhadap Daya Ploriferasi Tanaman Kantong Semar (Nepenthes mirabilis) Secara In Vitro.
Abstract
Potensi pengembangan nepenthes sangat besar, selain untuk konservasi, tanaman ini juga berpotensi untuk menjadi tanaman hias, maka diperlukan metode perbanyakan tanaman secara cepat dan tepat. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh kombinasi NAA dengan sitokinin (BAP, kinetin dan 2iP) terhadap daya ploriferasi Nepenthes mirabilis secara in vitro. Penelitian ini dilaksanakan di Laboraturium Bioteknologi Tanaman, Departemen Agronomi dan Hortikultura, Fakultas Pertanian, Institut Pertanian Bogor, pada bulan Juni - Oktober 2010. Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial dengan dua faktor. Faktor pertama yaitu konsentrasi auksin berupa 1 dan 2 mg/l NAA, sedangkan faktor kedua yaitu jenis dan konsentrasi sitokinin berupa BAP, kinetin dan 2 iP masing-masing 0, 2.5 dan 5 mg/l. Penelitian ini terdiri dari 18 perlakuan dan masing-masing perlakuan terdiri dari 3 ulangan, sehingga terdapat 54 satuan percobaan. Setiap satuan percobaan terdiri atas 1 botol, setiap botol terdiri dari 3 tanaman, sehingga total terdapat 162 tanaman. Sidik ragam menunjukkan pengaruh Sitokinin sangat nyata terhadap waktu inisiasi tunas, waktu inisiasi daun, waktu inisiasi kantong dan waktu inisiasi akar. Sitokinin memberi pengaruh sangat nyata pada 3-10 MST terhadap jumlah tunas dan jumlah kantong. NAA memberikan pengaruh sangat nyata terhadap jumlah kantong pada 10 MST, jumlah tunas pada 8-10 MST dan waktu inisiasi akar. Kombinasi antara Sitokinin dan NAA berpengaruh sangat nyata pada Waktu inisiasi daun, waktu inisiasi daun, jumlah daun pada 3-10 MST dan jumlah kantong pada 3-10 MST. Dari data diatas, pemberian sitokinin secara tunggal berupa BAP 5 mg/l merupakan media ploriferasi tunas adventif terbaik dengan memberikan jumlah tunas terbanyak, yaitu 4.9 buah tunas dan menginisiasi akar 2.8 HST.

