Analisis Faktor-faktor yang Memengaruhi Produksi Pupuk Urea PT. Pupuk Kujang
Abstract
Pemerintah dalam rangka mewujudkan ketahanan pangan nasional berupaya untuk meningkatkan produktivitas dan kualitas hasil pertanian melalui penerapan teknologi budidaya secara tepat dengan penggunaan sarana produksi sesuai teknologi yang direkomendasikan di masing-masing wilayah. Sarana produksi yang mempunyai peranan sangat penting dalam peningkatan produktivitas dan kualitas hasil pertanian antara lain adalah pupuk. Kebutuhan pupuk di Indonesia didominasi jenis urea. Dalam hal ini PT. Pupuk Kujang sebagai salah satu produsen pupuk terbesar di Indonesia belum mampu memproduksi pupuk urea secara stabil. Fluktuasi produksi urea tersebut membuat pentingnya penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor apa saja yang memengaruhi produksi pupuk Urea PT Pupuk Kujang selama periode 1985-2010, serta bagaimana elastisitas dari masing-masing faktor produksi, dan skala hasil usaha PT. Pupuk Kujang. Hasil analisis menunjukkan bahwa produksi pupuk urea PT. Pupuk Kujang dipengaruhi oleh modal, jumlah tenaga kerja, penggunaan bahan baku, dan stream days. Hal ini ditunjukkan oleh estimasi model fungsi terbaik Cobb Douglas dengan melalui tiga tahapan uji, yaitu uji ekonometrika, uji statistika dan uji ekonomi. Hasil estimasi dari fungsi produksi Cobb Douglas yang dihasilkan, menunjukkan nilai elastisitas masing-masing variabel yaitu modal sebesar 0,2725, jumlah tenaga kerja sebesar 0,6786, jumlah penggunakan bahan baku sebesar 0,8834, dan stream days sebesar 0,5451. Dari nilai elastisitas dari tiap variabel menunjukkan bahwa penggunaan faktor produksi bernilai positif dan signifikan dan terletak pada daerah rasional yaitu daerah dimana kenaikan faktor produksi secara terus menerus akan meningkatkan total produksi dalam jumlah yang semakin menurun. Itu berarti bahwa PT. Pupuk Kujang belum optimal dalam mengkombinasikan faktor-faktor produksinya. Hasil estimasi produksi pupuk urea PT. Pupuk Kujang menunjukkan bahwa empat faktor produksi tersebut jika koefisien variabel-variabel bebas dari faktorfaktor produksi dijumlahkan dapat menentukan skala hasil usaha dari PT. Pupuk Kujang, yaitu 2,3796. Nilai tersebut menunjukkan skala usaha PT. Pupuk Kujang berada pada IRTS (Increasing Return to Scale) yang berarti laju pertambahan output lebih besar daripada laju pertambahan inputnya. Melalui penelitian ini, diharapkan produksi pupuk urea PT. Pupuk Kujang masih dapat dioptimalkan untuk mencapai target produksi dan target pemerintah untuk disalurkan ke daerah-daerah yang telah menjadi tanggung jawab PT. Pupuk Kujang, dengan memanfaatkan faktor-faktor produksi yang ada terutama modal, jumlah tenaga kerja, jumlah bahan baku, dan stream days.
