View Item 
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Undergraduate Theses
      • UT - Faculty of Forestry and Environment
      • UT - Forestry Products
      • View Item
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Undergraduate Theses
      • UT - Faculty of Forestry and Environment
      • UT - Forestry Products
      • View Item
      JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

      Pengaruh Proses Rendaman Dingin dan Fumigasi terhadap Serangan Faktor Biologis Perusak Kayu di Dua Lokasi Pengujian

      Thumbnail
      View/Open
      Abstract (449.6Kb)
      BAB I (283.2Kb)
      BAB II (386.8Kb)
      BAB III (554.1Kb)
      BAB IV (1.590Mb)
      BAB V (359.1Kb)
      Cover (370.4Kb)
      Daftar Pustaka (366.7Kb)
      full text (3.047Mb)
      Lampiran (963.8Kb)
      Ringkasan (281.3Kb)
      Date
      2012
      Author
      Wibowo, Singgih Mukti
      Wahyudi,Imam
      Rahayu,Istie Sekartining
      Metadata
      Show full item record
      Abstract
      Dalam beberapa dekade terakhir ini ketersediaan kayu-kayu rakyat cenderung terus meningkat. Kayu rakyat bahkan sudah mampu berperan sebagai intake industri perkayuan di Indonesia. Dibandingkan dengan kayu hutan alam, kayu rakyat cenderung kurang kuat dan kurang awet. Oleh sebab itu salah satu upaya untuk meningkatkan kualitas kayunya adalah dengan cara mengawetkan kayu. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh perbedaan jenis perlakuan, antara pengawetan secara rendaman dingin dalam boron dengan konsentrasi yang bervariasi dengan fumigasi dalam amonia juga dengan volume yang bervariasi, terhadap persentase kehilangan berat, kerusakan luas bidang permukaan dan intensitas serangan di dua lokasi pengujian yang berbeda. Pengujian uji kubur (grave yard test) dilakukan selama 3 bulan menggunakan prosedur American Standard for Testing and Material (ASTM) D 1756 2008. Bahan utama yang digunakan adalah kayu sengon (Paraserianthes falcataria), petai (Parkia speciosa), manii (Maesopsis eminii), karet (Hevea brasiliensis) dan pinus (Pinus merkusii). Bahan lain terdiri dari senyawa boron dengan tiga konsentrasi yaitu 5%, 10%, 15% dan amonia cair teknis (ammonium hidroksida 100%) dengan volume yaitu 2, 4, 6, 8 dan 10 liter. Proses rendaman dingin dilakukan selama 2 jam, sedangkan fumigasi selama 4 hari. Data dianalisis menggunakan rancangan acak lengkap faktorial 3 faktor, yaitu: jenis kayu (sengon, petai, manii dan karet), konsentrasi larutan bahan pengawet boron atau volume amonia (tergantung perlakuan), serta lokasi uji kubur (pemukiman dan arboretum), masing-masing dengan tiga ulangan. Untuk proses pengawetan secara rendaman dingin menggunakan boron diketahui bahwa rata-rata kehilangan berat terbesar (53,98%) terdapat pada kayu awetan karet yang dikubur di arboretum, sedangkan kayu awetan sengon yang dikubur di pemukiman memiliki kehilangan berat yang terkecil (7,03%). Kayu awetan karet di pemukiman memiliki nilai kerusakan luas bidang permukaan yang paling besar (98,31%) dan mengalami derajat intensitas serangan yang tertinggi (nilai = 0, kayu hancur), sebaliknya kayu awetan sengon di pemukiman memiliki kerusakan yang paling kecil (1,92%) dengan derajat intensitas serangan yang paling rendah (nilai= 9,33, kayu relatif masih utuh). Untuk proses fumigasi dengan amonia, hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata kehilangan berat terbesar (70,57%) terdapat pada kayu manii yang dikubur di pemukiman, sedangkan yang terkecil (28,33%) terdapat pada kayu manii di arboretum. Kayu petai yang dikubur di arboretum memiliki rata-rata kerusakan luas bidang permukaan yang tertinggi (98,15%), sedangkan yang terendah (47,10%) terdapat pada kayu sengon di arboretum. Kayu manii yang dikubur di pemukiman dan kayu petai yang dikubur di arboretum mengalami intensitas serangan yang tertinggi (nilai = 0; kayu hancur), sedangkan kayu sengon di arboretum terendah (nilai= 5,4; kayu relatif utuh). Pengaruh konsentrasi larutan bahan pengawet boron atau pengaruh volume amonia pada umumnya bervariasi. Secara umum kayu-kayu awetan dengan boron tidak tahan terhadap serangan faktor perusak biologis yang ada di arboretum, tetapi cukup ampuh terhadap serangan faktor perusak biologis yang ada di pemukiman. Sebaliknya kayu-kayu yang difumigasi dengan amonia cukup ampuh menahan serangan faktor perusak biologis yang ada di arboretum, namun tidak tahan terhadap serangan faktor perusak biologis yang ada di pemukiman.
      URI
      http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/55703
      Collections
      • UT - Forestry Products [2465]

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository
        

       

      Browse

      All of IPB RepositoryCollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

      My Account

      Login

      Application

      google store

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository