Rancang Bangun Alat Pengukur Kesegaran Ikan Menggunakan Sensor Infrared
Abstract
Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Maret 2011 sampai dengan September 2011. Pembuatan, perancangan dan uji coba dilakukan di Workshop Laboratorium Akustik dan Instrumentasi Kelautan, Departemen Ilmu dan Teknologi Kelautan, Institut Pertanian Bogor. Penelitian ini dilakukan untuk membuat instrumen pengukuran kesegaran ikan secara real time dengan penampilan data digital serta tampilan yang lebih sederhana dan mudah untuk dibawa. Selain itu, alat ini dapat mempermudah dalam penentuan kesegaran ikan. Alat yang dirancang merupakan sistem elektronik yang mengukur perubahan kesegaran ikan menggunakan sensor infrared. Hasil pengukuran infrared dikondisikan dengan suhu pada saat pengukuran, melalui rangkaian penguatan sinyal (Op-Amp) dan diproses dalam mikrokontroller untuk ditampilkan dalam LCD serta data yang diperoleh dapat disimpan pada Mikro SD. Hasil uji coba alat mencakup pengukuran panjang gelombang (λ) infrared, intensitas pantulan infrared terhadap perubahan suhu lingkungan serta pengukuran pantulan infrared pada ikan nila dan ikan lele dan pengukuran suhu pada ikan nila dan ikan lele. Hasil pengkuran λ diperoleh λ yang baik untuk pengukuran kesegaran ikan sekitar 525 nm dan 690 nm. Pengukuran infrared terhadap perubahan suhu lingkungan diperoleh nilai R2=0.68 dengan λ = 780 nm. Hasil pengujian pantulan infrared dengan λ = 780 nm dan suhu pada ikan nila diperoleh pada masa 12 jam setelah ikan nila dimatikan terjadi penurunan nilai pantulan yang signifikan dengan pola pantulan infrared yang menurun selama masa pengukuran. Hasil pengujian pantulan infrared dengan λ = 780 nm dan suhu pada ikan lele terjadi penurunan nilai pantulan infrared selama masa pengukuran tetapi tidak terdapat penurunan yang signifikan. Nilai pantulan infrared pada ikan nila dan ikan lele memiliki perbedaan. Nilai pantulan infrared pada ikan nila lebih rendah yaitu berkisar antara 47- 105(digital number) sedangkan pada ikan lele 65-136 (digital number). Ikan nila lebih mudah mengalami kemunduran mutu yaitu masa 12 jam setelah pematian ikan nila sudah mulai mengeluarkan cairan dari dalam tubuhnya sedangkan pada ikan lele belum terjadi. Ikan lele baru mengeluarkan cairan ketika melewati masa 24 jam setelah pematian.
