View Item 
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Undergraduate Theses
      • UT - Faculty of Agriculture
      • UT - Plant Protection
      • View Item
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Undergraduate Theses
      • UT - Faculty of Agriculture
      • UT - Plant Protection
      • View Item
      JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

      Pengaruh Pola Ketiadaan Inang Terhadap Ekologi Reproduksi Snellenius manilae Ashmead (Hymenoptera: Braconidae)

      Thumbnail
      View/Open
      Full text (437.8Kb)
      Cover (66.84Kb)
      Abstrak (48.81Kb)
      Pendahuluan (61.72Kb)
      Tinjauan Pustaka (71.29Kb)
      Bahan dan Metode (111.1Kb)
      Hasil dan Pembahasan (223.6Kb)
      Kesimpulan dan Saran (48.15Kb)
      Daftar Pustaka (63.49Kb)
      Lampiran (167.2Kb)
      Date
      2012
      Author
      Markhamah, Gamatriani
      Buchori,Damayanti
      Nurmansyah, Ali
      Metadata
      Show full item record
      Abstract
      Parasitoid Snellenius manilae memiliki potensi untuk mengendalikan hama Spodoptera litura. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh pola ketiadaan inang S. manilae terhadap ekologi reproduksinya. S. manilae yang memiliki umur sama diberikan perlakuan berupa pola ketiadaan inang. Inang yang diberikan kepada parasitoid tersebut adalah larva instar II S. litura sebanyak 30 ekor per 1 parasitoid. Pemaparan larva S. litura ke S. manilae dilakukan selama 24 jam dan penggantian inang larva S. litura ini dilakukan setiap hari sesuai dengan perlakuan ketiadaan inang yang diuji. Ketiadaan inang di awal selama empat hari cenderung dapat meningkatkan parasitisasi S. manilae pada hari ke-8, sedangkan ketiadaan inang dua hari di tengah cenderung dapat menurunkan parasitisasi S. manilae pada hari ke-8. S. manilae yang mengalami ketiadaan inang 4 hari baik di awal maupun di akhir hidupnya cenderung dapat meletakkan telur pada hari ke-8 lebih banyak daripada pola ketiadaan inang lainnya. S. manilae yang mengalami ketiadaan inang empat hari di awal hidupnya cenderung dapat meningkatkan terjadinya superparasitisasi pada hari ke-8. Kejadian superparasitisasi terbanyak adalah dua butir telur parasitoid per inang, sedangkan kejadian yang paling sedikit adalah enam butir telur parasitoid per inang. Parasitoid S. maniale yang mengalami ketiadaan inang dapat meletakkan telur dengan jumlah yang lebih banyak pada hari pertama setelah ketiadan inang (18 butir-31 butir). Total produksi telur dan lama hidup imago S. manilae dipengaruhi oleh lamanya ketiadaan inang, sedangkan sisa telur dalam ovari S. manilae dipengaruhi baik oleh pola ketiadaan inang maupun lama ketiadaan inang. Ketiadaan inang menyebabkan total produksi telur mengalami penurunan dan lama hidup menjadi lebih panjang. Sisa telur dalam ovari S. manilae cenderung meningkat ketika ketiadaan inang terjadi di tengah masa hidupnya dan semakin meningkat ketika lama ketiadaan inang meningkat.
      URI
      http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/54097
      Collections
      • UT - Plant Protection [2517]

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository
        

       

      Browse

      All of IPB RepositoryCollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

      My Account

      Login

      Application

      google store

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository