View Item 
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Undergraduate Theses
      • UT - Faculty of Economics and Management
      • UT - Agribusiness
      • View Item
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Undergraduate Theses
      • UT - Faculty of Economics and Management
      • UT - Agribusiness
      • View Item
      JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

      Efisiensi Teknis dan Pendapatan Usahatani Pembenihan Ikan Patin Di Kota Metro Lampung.

      Thumbnail
      View/Open
      Bab I (512.2Kb)
      Bab II (472.8Kb)
      Bab III (831.3Kb)
      Bab IV (837.6Kb)
      Bab V (600.4Kb)
      Bab VI (668.2Kb)
      Bab VII (449.9Kb)
      Bab VIII (430.4Kb)
      Cover (676.6Kb)
      Daftar Pustaka (402.0Kb)
      Full text (2.418Mb)
      Lampiran (1.025Mb)
      Ringkasan (411.4Kb)
      Date
      2011
      Author
      Hasanudin
      Harianto
      Metadata
      Show full item record
      Abstract
      Kurun waktu 2009-2014 kontribusi produksi dari sektor perikanan ditargetkan meningkat hingga 353 persen dari perikanan budidaya. Ikan patin merupakan satu dari sepuluh komoditas perikanan yang dipacu produksinya. Secara umum budidaya ikan patin di Indonesia berkembang di daerah Jawa Barat, Kalimantan dan Sumatera. Salah satu daerah yang menjadi sentra pembesaran ikan patin dan dipacu produksi ikan patinnya adalah Propinsi Lampung. Namun ironisnya pembenihan di Lampung sendiri belum memadai, dan produksi benih patinnya masih rendah jika dibandingkan dengan pembenihan di Jawa Barat. Salah satu sentra pembenihan ikan patin di Lampung adalah Kota Metro, produksi benih ikan patin rata-rata per tahunnya adalah 1.073.200 ekor, sedangkan produksi benih ikan patin Bogor rata-rata per tahunnya adalah 49.106.000 ekor. Hal tersebut menandakan adanya jarak antara produktivitas pembenihan di Kota Metro dan pembenihan di Bogor. Oleh karena hal tersebut tujuan dari penelitian ini adalah 1). Mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi produksi patin di Kota Metro. 2). Menganalisis efisiensi teknis usahatani pembenihan ikan patin di Kota Metro. 3). Menganalisis tingkat pendapatan usahatani pembenihan ikan patin di Kota Metro. Penelitian ini dilakukan di Kota Metro Lampung pada Bulan Mei 2011. Responden pada penelitian ini adalah pembenih ikan patin di Kota Metro, dengan jumlah responden sebanyak 24 orang. Analisis yang digunakan adalah deskriptif, analisis fungsi produksi frontier, analisis efeisiensi teknis, dan analisis pendapatan usahatani. Metode analisis yang digunakan berupa analisis kualitatif dan kuantitatif. Analisis kuantitatif dilakukan terhadap penerimaan, pendapatan, dan pengeluaran dari usahatani pembenihan ikan patin. Data yang didapatkan dari 24 orang pembenih di lokasi penelitian di rata-ratakan nilainya manggunakan metode perataan untuk mendapatkan gambaran umum biaya dan penerimaan usahatni pembenihan ikan patin. Sedangkan analisis efisiensi teknis dilakukan dengan menggunakan metode OLS dan MLE. Data yang didapat diolah menggunakan software pengolah angka Micrsoft Excel, Frontier 4.1, dan SPSS 11.5 for Windows. Data dan informasi disajikan dalam bentuk tabulasi, grafik, dan diagram alir (flow chart) untuk mempermudah dalam menganalisis data. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa pembenihan ikan patin di Kota Metro sudah cukup efisien dengan tingkat efisiensi teknis rata-rata usahatani pembenihan ikan patin di Kota Metro sebasar 79,00 persen. Variabel bebas yang memiliki pengaruh nyata dan berkorelasi negatif terhadap inefisiensi teknis pembenihan ikan patin diantaranya lama pengalaman pembenih (Z1), tingkat pendidikan pembenih (Z2) dan keikutsertaan dalam kelompok tani (Z3). Sedangkan dummy penyuluhan (Z4) memiliki korelasi positif terhadap inefisiensi teknis. Sedangkan berdasarkan hasil estimasi dari parameter Maximum Likelihood Estimation untuk fungsi produks Stochastic Frontier menunjukan bahwa variabel yang berpengaruh nyata dan memiliki nilai koefisien positif terhadap produksi benih patin di Kota Metro adalah jumlah cacing sutera yang diberikan (X3), dan jam kerja yang diluangkan terhadap pembenihan (X5). Dilihat dari tingkat pendapatan, usahatani pembenihan ikan patin ini dapat dikatakan menguntungkan, hal ini dapat dilihat dari pendapatan pembenih atas biaya tunai dan biaya diperhitngkan dari usahatani pembenihan ikan patin untuk setiap siklusnya adalah Rp8.565.375,51 dan Rp7.534.595,04. Nilai R/C rasio atas biaya tunai dan biaya diperhitungkan adalah 4,87 dan 3,32, hal ini menunjukan bahwa usahatani pembenihan ikan patin di Kota Metro menguntungkan bagi para pembenih.
      URI
      http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/53542
      Collections
      • UT - Agribusiness [4776]

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository
        

       

      Browse

      All of IPB RepositoryCollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

      My Account

      Login

      Application

      google store

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository