View Item 
      •   IPB Repository
      • IPBana
      • Published by Others
      • Faculty of Fisheries and Marine Science
      • View Item
      •   IPB Repository
      • IPBana
      • Published by Others
      • Faculty of Fisheries and Marine Science
      • View Item
      JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

      Permasalahan dan strategi pengelolaan perairan waduk contoh kasus waduk Jatiluhur dan waduk Cirata, Jawa Barat

      Thumbnail
      View/Open
      Abstract (61.37Kb)
      Full Text (339.4Kb)
      Date
      2004
      Author
      Krisanti, Majariana
      Metadata
      Show full item record
      Abstract
      Laju pertambahan penduduk yang tinggi seperti yang banyak terjadi di negara berkembang seperti Indonesia menghabiskan surplus sumberdaya alam yang diperuntuk¬kan bagi pembangunan ekonomi dan sosial. Tumbuhnya kemiskinan akibat pertambahan penduduk menghancurkan lingkungan demi kelangsungan hidupnya (WCD, 1987). Padahal lingkungan merupakan bagian kehidupan yang perlu mendapat perhatian dan penanganan yang sangat serius. Salah satu contoh akibat dari terjadinya kerusakan lingkungan adalah rusaknya daerah tangkapan air. Dalam beberapa tahun terakhir, daerah tangkapan air terutama yang ada di lokasi yang padat penduduknya mengalami kerusakan, bahkan kerusakan tersebut dari tahun ke tahun cenderung semakin parah. Kerusakan daerah tangkapan air ini pada umumnya merupakan akibat dari penebangan hutan yang tidak terkendali dan penggunaan lahan di kawasan lindung yang mengabaikan prinsip-prinsip konservasi. Kerusakan hutan tersebut mengakibatkan pada musim hujan air yang meresap dan tersimpan di dalam tanah sebagai aliran air bawah tanah menjadi sangat minim, sementara air yang melimpah dan terbuang ke sungai atau ke laut menjadi sangat banyak. Bahkan tidak hanya sampai di situ, air yang terbuang tersebut seringkah berakibat pada terjadinya banjir, sementara segera setelah musim hujan berakhir aliran sungai menyusut sangat cepat. Dengan berpedoman pada hal tersebut, maka selain mengadakan penghijauan atau penghutanan kembali, diperlukan wadah yang mampu menampung air limpasan pada musim hujan sekaligus persediaan air pada musim kemarau. Wadah yang mampu menampung air dan sebagai tempat persediaan air pada musim kemarau tersebut bisa beraneka ragam seperti danau, rawa, waduk, atau kolam, namun wadah yang sengaja dibuat manusia untuk sebagai persediaan air biasanya dalam bentuk waduk.
      URI
      http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/52141
      Collections
      • Faculty of Fisheries and Marine Science [337]

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository
        

       

      Browse

      All of IPB RepositoryCollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

      My Account

      Login

      Application

      google store

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository