Proses Kerja Masyarakat Nelayan (Kasus Patorani di Desa Pa'lalakkang Kecamatan Galesong Utara Kabupaten Takalar Propinsi Sulawesi Selatan)
Date
2001Author
Massenga, Talitha Wenifrida
Rusli, Said
Panjaitan, Nurmala K.
Metadata
Show full item recordAbstract
Penelitian ini dilatar belakangi Oleh perspektif berpikir bahwa penyebab kurang berhasilnya pemerintah dalam upaya meningkatkan pendapatan dan ta.•af hidup netayan melalui kredit perikanan berupa paket alat tangkap yaitu perahu, motor/mesin dan jaring adalah kurangnya perhatian terhadap aspek Sosial budaya masyarakat nelayan (Pollnac, 1980). Oleh karena itu penelitian ini dilakukan untuk memperoleh informasi sosial budaya masyarakat nelayan yang dapat digunakan untuk membantu pemerintah dalam upaya meningkatkan pendapatan dan taraf hidup nelayan Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengetahui proses kerja masyarakat nelayan mulai dari persiapan, proses produksi, sistem pemasaran Sampai pada sistem imbalan, dan (2) dampak motorisasi pada proses kerja masya: akat nelayan. Penelitian dilaksanakan di Desa Pa'laiakkang, pada bulan April — Juli 2000. Jumlah responden 75 nelayan, terdiri dari 5 papalele. 20 juragan dan 50 sawi. Penelitian ini bersifat deskriptif kualitatif dengan menggunakan tingkat analisis obyektif. normatif dan psiko-sosial. Hasil penelitian menemukan bahwa perilaku yang khas dari Patorani dalam bekerja adalah menerapkan dua macam pengetahuan tradisionai, yaitu Erang Passimombalang (pengetahuan pelayaran) dan Erang Pakboya- boyang (pengetahuan organisasi usaha). penerapannya dipengaruhi Oleh: umur, tingkat pendldikan formal dan pengalaman bekerja_ Rata-rata umur papale/e 57 tahun, juragan 40 tahun dan sewi 27 tahun. sebagian besar berpendidikan SD. Pengalaman dalam status sekarang, papa/ele 23 tahun, juragan 12 tahun dan sawi 7 tahun. Proses kerja Patorani dimulai dari persiapan, proses produksi. sistem pemasaran dan sistem imbalan. Pada persiapan kerja, dilakukan pembentukan kelompok kerja dan upacara ritual Patorani. Kelompok kerja, anggotanya sebagian besar berasal dari luar kabupaten. Walaupun anggota kelompok kerja tidak berlandaskan hubungan keluarga tetapi mereka dapat bekerja sama selama bertahun-tahun pada papalele yang sama. Sebanyak 60 % juragan bekerja selama 6-10 tahun dan sawi, 54 % bekerja selama 6-10 tahun.
Collections
- MF - Human Ecology [2473]


