View Item 
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Undergraduate Theses
      • UT - Faculty of Agriculture
      • UT - Agronomy and Horticulture
      • View Item
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Undergraduate Theses
      • UT - Faculty of Agriculture
      • UT - Agronomy and Horticulture
      • View Item
      JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

      Studi pengelolaan pemetikan pucuk daun teh (Camellia sinensis (L.) O. Kuntze) di unit perkebunan Tanjungsari, PT Tambi, Wonosobo Jawa Tengah

      Thumbnail
      View/Open
      Full text (1.795Mb)
      Cover (283.2Kb)
      Abstract (287.5Kb)
      BAB I (403.0Kb)
      BAB II (350.2Kb)
      BAB III (399.4Kb)
      BAB IV (416.8Kb)
      BAB V (1.199Mb)
      BAB VI (558.6Kb)
      Kesimpulan (328.4Kb)
      Daftar Pustaka (328.3Kb)
      Lampiran (693.1Kb)
      Date
      2011
      Author
      Lelyana, Qori
      Supijatno
      Metadata
      Show full item record
      Abstract
      Kegiatan magang dilaksanakan di Unit Perkebunan Tanjungsari, PT Tambi, Wonosobo, Jawa Tengah, yang berlangsung selama empat bulan, mulai 14 Februari-14 Juni 2011. Metode yang dilaksanakan selama kegiatan magang terbagi atas dua yaitu metode langsung dan metode tidak langsung. Metode langsung dilakukan dengan bekerja secara aktif yaitu mengikuti kegiatan yang bersifat teknis di lapangan maupun yang bersifat manajerial, melakukan pengamatan di lapang dan berdiskusi dengan staf dan karyawan. Metode tidak langsung dilakukan dalam pengumpulan data sekunder melalui laporan manajemen (bulanan dan tahunan) dan arsip kebun. Selama kegiatan magang, penulis bekerja sebagai karyawan harian lepas (KHL) selama satu bulan, pendamping mandor selama satu bulan, dan pendamping kepala blok selama dua bulan. Pelaksanaan teknis lapang yang diikuti meliputi pembibitan, penyulaman, pemupukan, pengendalian hama dan penyakit, pengendalian gulma, gacok, pemeliharaan saluran air, dan pemetikan. Pemetikan yang dilaksanakan di Unit Perkebunan Tanjungsari terdiri atas pemetikan jendangan, pemetikan produksi, dan pemetikan gendesan. Pelaksanaan pemetikan produksi di Unit Perkebunan Tanjungsari telah menggunakan gunting petik sejak tahun 1995. Pemetikan produksi dipengaruhi oleh tinggi bidang petik dan tebal daun pemeliharaan, karena kedua hal tersebut juga menentukan ketersediaan pucuk yang ada dalam suatu perdu teh. Rata-rata tinggi bidang petik di Unit Perkebunan Tanjungsari mengalami kenaikan dari tanaman tahun pangkas I hingga III, kemudian mengalami penurunan pada tanaman tahun pangkas IV, sedangkan rata-rata tebal daun pemeliharaan di Unit Perkebunan Tanjungsari adalah 29 cm. Berdasarkan hasil pengamatan didapatkan bahwa rata-rata diameter bidang petik setelah dipangkas di Unit Perkebunan Tanjungsari yaitu 124.20 cm. Dalam hal jumlah tumbuhnya pucuk, maka jumlah pucuk tertinggi di Unit Perkebunan Tanjungsari terjadi pada tanaman tahun pangkas I, sedangkan jumlah pucuk terendah terjadi pada tanaman tahun pangkas IV. Hal ini terjadi semakin lama umur tahun pangkas tanaman, maka pertumbuhan pucuk akan semakin lambat. Gilir petik di Unit Perkebunan Tanjungsari selama Maret-Mei 2011 mengalami beberapa pergeseran menjadi lebih panjang dari standar yang telah ditetapkan. Pada blok yang letaknya paling tinggi, memiliki gilir petik paling panjang yaitu mencapai 8-17 hari. Hanca petik yang paling besar dimiliki oleh blok dengan gilir petik terpanjang. Hal ini disebabkan karena pengaruh jumlah tenaga pemetik, pada blok kutilang memiliki jumlah tenaga pemetik yang paling sedikit yaitu hanya 50 orang, sedangkan pada blok murai dan gelatik masing-masing jumlah tenaga pemetik yaitu 60 orang. Selain itu, luasan areal yang paling luas menyebabkan Blok Kutilang (57.79 ha) menyebabkan memiliki hanca petik terbesar dibandingkan dengan Blok Murai (53.12 ha) dan Blok Gelatik (54.19 ha). Kebutuhan tenaga pemetik di Unit Perkebunan Tanjungsari pada tahun 2011 sebesar 186 orang, sedangkan berdasarkan kondisi real di lapang terdapat 170 orang. Hal tersebut menunjukkan bahwa jumlah tenaga pemetik mencukupi untuk kebutuhan berdasarkan rasio. Rata-rata kapasitas petik yang mampu dicapai pada Unit Perkebunan Tanjungsari pada Februari hingga Mei 2011 hanya sebesar 33.53 kg/orang, nilai tersebut masih dibawah standar yang telah ditetapkan. Hal tersebut terjadi terutama disebabkan oleh faktor kondisi kebun yang sedang tidak sehat sehingga mempengaruhi keadaan pucuk di lapang. Nilai kapasitas petik setiap pemetik yang rendah juga dipengaruhi oleh jumlah tenaga kerja yang berlebih. Semakin banyak jumlah tenaga kerja, maka kapasitas petik setiap pemetik akan semakin sedikit. Berdasarkan jumlah keseluruhan tenaga kerja di Unit Perkebunan Tanjungsari yaitu 255 orang dengan luasan areal yang ada yaitu 165.10 ha, maka didapatkan nilai ITK Unit Perkebunan Tanjungsari sebesar 1.54 orang/ha. Nilai tersebut menunjukkan bahwa ITK di Unit Perkebunan Tanjungsari telah mencapai standar yang ada, karena standar ITK untuk perkebunan teh 1.5-2 orang/ha (Iskandar,1988).
      URI
      http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/51170
      Collections
      • UT - Agronomy and Horticulture [7622]

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository
        

       

      Browse

      All of IPB RepositoryCollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

      My Account

      Login

      Application

      google store

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository