Efek Hipoglikemik Ekstrak Daun Murbei (Morus multicaulis) Terhadap Kadar Glukosa Darah Tikus DM
Abstract
Diabetes melitus telah menjadi masalah kesehatan masyarakat dan
tercantum dalam urutan keempat prioritas penelitian nasional untuk penyakit
degeneratif setelah penyakit kardiovaskuler. Berdasarkan hasil penelitian dan
data dari poliklinik diabetes di seluruh Indonesia, diperkirakan jumlah penderita
diabetes di Indonesia pada tahun 1994 adalah 2,5 juta jiwa dan pada tahun 2000
meningkat menjadi 4 juta jiwa. Menurut American Diabetes Assosiation (ADA)
2007 di Amerika Serikat diestimasi sekitar 23,6 juta penduduk atau 8% populasi
menderita diabetes. Penyakit ini merupakan penyebab kebutaan terbesar dan
25% penderita meninggal setiap tahun akibat kegagalan ginjal. Penelitian di
Jepang melaporkan bahwa daun murbei dapat menurunkan kadar glukosa darah
penderita diabetes. Di Indonesia daun murbei telah digunakan sebagai campuran
daun teh yang dikenal dengan teh daun murbei dan diyakini dapat mengobati
diabetes, hipertensi dan gangguan pencernaan. Permasalahan yang dihadapi,
belum diketahui jenis daun manakah yang dapat memberikan efek hipoglikemik
yang terbaik, apakah daun muda atau daun tua, daun segar atau daun yang telah
dikeringkan, selain itu perlu diketahui jenis pelarut yang digunakan, sehingga
ekstrak daun murbei yang dihasilkan dapat memberikan efek hipoglikemik yang
lebih baik. Penelitian ini bertujuan : untuk mengetahui kandungan zat gizi yang
terdapat dalam ekstrak daun murbei, dan menguji efek hipoglikemik dari
beberapa jenis ekstrak daun murbei terhadap kadar glukosa darah tikus DM.
Penelitian ini menggunakan desain Rancangan Acak Lengkap Faktorial
dengan dua faktor dan masing-masing faktor terdiri dari empat taraf. Faktor satu
yatiu daun muda terdiri dari: daun muda segar dengan pelarut air, daun muda
kering dengan pelarut air, daun muda segar dengan pelarut hexane, daun muda
kering dengan pelarut hexane, sedangkan faktor kedua yaitu daun tua terdiri dari :
daun tua segar dengan pelarut air, daun tua kering dengan pelarut air, daun tua
segar dengan pelarut hexane dan daun tua kering dengan pelarut hexane.
Penelitian ini dilakukan dari bulan Mei sampai Juni 2008. Bahan utama penelitian
adalah daun murbei varietas Morus multicaulis berumur 80 hari yang diperoleh
dari Kebun Percobaan IPB Desa Sukamantri Kabupaten Bogor. Hewan percobaan
yang digunakan adalah tikus jantan jenis Sprague Dawley berumur 70 hari dengan
berat rata-rata 150-250 gram yang diperoleh dari Badan Penelitian dan
Pengembangan Gizi dan Makanan Depkes Bogor. Penelitian dibagi dalam tiga
tahapan yaitu pembuatan ekstrak daun murbei dengan metode maserasi dengan
pelarut air dan hexane dilanjutkan dengan analisis proksimat, penginduksian
aloksan pada tikus secara intraperitonial dengan dosis 125 mg/kg BB, dan uji
hipoglikemik ekstrak daun murbei pada tikus DM yaitu pengukuran kadar glukosa
darah sebelum dan 1, 3, 5 jam setelah perlakuan.
Hasil pengukuran kadar glukosa darah dengan metode Glucose oxidase
biosensor dan menggunakan alat “ One Touch Ultra” menunjukkan bahwa
terdapat perbedaan yang nyata dalam penurunan kadar glukosa darah semua
perlakuan jenis ekstrak dengan kontrol (p< 0,05), tetapi antar perlakuan tidak
menunjukkan perbedaan yang nyata(p>0,05). Efek hipoglikemik yang dihasilkan
oleh ekstrak air yang berasal dari daun muda segar paling kuat dibandingkan
dengan jenis ekstrak lainnya karena menunjukkan penurunan kadar glukosa darah
sebesar-164,0 mg/dl
Collections
- MT - Human Ecology [2424]


