Analisis respon penawaran kelapa di pulau Jawa
Abstract
Dalam perekonomian Indonesia, kelapa (Cococ nucifera L.) merupakan tanaman industri pertanian yang cukup berperan sebagai penerimaan negara dari komoditi non migas. Pada dunia perdagangan, kelapa memiliki manfaat yang cukup bervariasi, antara lain sebagai bahan makanan atau pun sebagai sumber minyak nabati, keperluan industri hilir berbasis kelapa dan produk turunan lainnya. Selain itu, kelapa merupakan salah satu komoditi prospektif, dimana pengembangan kelapa akan sejalan dengan adanya permintaan produk-produk kelapa di dalam amupun di luar negeri. Kelapa dapat tumbuh dalam berbagai kondisi tanah dan iklim sehingga penyebarannya cukup luas. Dan sebagai sentra kelapa yaitu pulau Sumatera, Sulawesi dan Jawa. Kelapa dapat tumbuh pada ketinggian di bawah 500 m di bawah permukaan air laut (dpl). Dan pada kondisi tertentu terutama di daerah pegunungan Sumatera, Jawa, dan Sulawesi Utara, kelapa dapat dijumpai pada ketinggian 900 m. Di Indonesia perkebunan kelapa rakyat meliputi 92% dari total perkebunan nasional. Adapun jenis kelapa yang banyak diusahakan oleh perkebunan rakyat adalah kelapa dalam. Sebanyak 68% dari perkebunan kelapa rakyat nasional tersebut merupakan luas areal kelapa yang dimiliki pulau Jawa.

