Nematoda bentuk ginjal (Rotylenchulus reniformis Linford & Olivera) patogen potensial pada tanaman tomat di Indonesia

Date
1996Author
Marwoto, Budi
Suseno, Rusmilah
Hadi, Sutrisno
S. Wardojo
G.A. Wattimena
Mattjik, Ahmad. A.
Metadata
Show full item recordAbstract
Penelitian dilakukan dengan tujuan menghimpun informasi mengenai berbagai aspek biologi dan tingkat patogenisitas R. renifonnis dalam upaya mengetahui peranan nematoda tersebut sebagai patogen penting pada tanaman tomat. Penelitian dilaksanakan di sentra produksi sayuran di pulau Jawa, laboratorium dan rumah kaca Sub Balai Penelitian Hortikultura Segunung (sekarang lnstalasi Penelitian Tanaman Hias Segunung), Kecamatan Pac.et, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, dari bulan Mei 1994 sampai . dengan J uni 1995. Penelitian mengenai sebaran geografi dilakukan dengan menggunakan metode survei dengan purposive sampling di 48 kecamatan dari 19 kabupaten sentra produksi sayuran dalam wilayah kerja Dinas Pertanian Propinsi Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jaw.a Timur. Sebanyak 224 buah contoh tanah dikumpulkan secara sistematik dari lahan petani. Dari tiap contoh tanah diambil sebanyak 250 cm3 subcontoh secara acak untuk ekstraksi nematoda dalam elutriator Oostenbrink. Nematoda parasit yang didapatkan selanjutnya diidentifikasi di bawah mikroskop dengan menggunakan kunci determinasi Loof ( 1978). Penelitian tentang kisaran inang R. renifonnis dilakukan dengan cara menginfestasikan R. renifonnis pada akar 84 jenis tanaman terdiri atas tanaman sayuran, tumbuhan pengganggu, dan tanaman antagonis. Tiap tanaman diinfestasi dengan 1.000 ekor R. renifonnis. Status inang ditentukan menurut Taylor dan Sasser (1978) : inang kalau reproduksi lebih dari satu dan bukan inang kalau reproduksi kurang dari satu. Penelitian tentang daya tahan hidup R. renifonnis tanpa tanaman inang terdiri atas dua percobaan. Pada percobaan pertama R. reniformis diinfestasikan ke dalam tanah andosol Segunung, latosol Subang, latosol Cimangkok, dan aluvial Tegal dengan kelembaban yang berbeda (kering uclara, jenuh air, dan lembab mendekati kapasitas lapang). Tiap jenis tanah 1:ersebut sebelumnya dipasteurisasi. Pada percobaan kedua R. renifonnis diinfestasikan ke dalam tanah latosol Cimangkok yang tidak dipasteurisasi dan sebelumnya diberi kotoran kuda dengan dosis 0, 15 ton/ha dan 30 ton/ha. Tanah tersebut dimasukkan ke dalam pot berisi 0,5 1-iter, kemudian masing-masing dipisahkan menjadi tiga kelompok kelembaban tanah, yaitu (a) kering udara, (b) jenuh air, dan (c) lembab mendekati kapasitas lapang.
Collections
- DF - Agriculture [807]

